Wagub DKI: Disiplin, Jangan Tunggu Keluarga Meninggal karena Covid-19

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan resmi wafatnya Sekretaris Daerah Saefullah di Balai Kota DKI, 16 September 2020. Sekda DKI meninggal karena terinfeksi Covid-19 dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan resmi wafatnya Sekretaris Daerah Saefullah di Balai Kota DKI, 16 September 2020. Sekda DKI meninggal karena terinfeksi Covid-19 dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan warga untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dia meminta warga tak menunggu anggota keluarganya terinfeksi virus corona lalu baru menyadari bahwa Covid-19 memang nyata.

    "Jangan menunggu ada keluarga kita yang meninggal karena Covid-19, kita baru sadar, baru disiplin, jangan begitu," kata dia saat live di akun Instagram-nya, @bangariza, Jumat, 25 September 2020.

    Baca Juga: Wagub Ungkap Alasan Anies Terbitkan Instruksi Gubernur Pengendalian Banjir

    Politikus Partai Gerindra ini memaparkan peran pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19 hanya 20 persen. Caranya dengan menerbitkan regulasi dan mengawasi pelaksanaannya.

    Selebihnya, tutur dia, penurunan kasus ditentukan dari kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan. Riza mengajak masyarakat untuk menyayangi diri sendiri dan keluarga.

    Warga, dia melanjutkan, juga dipersilakan melapor apabila menemukan pelanggaran protokol. Menurut Riza, laporan tersebut harus didukung dengan bukti, seperti foto atau video agar aparat dapat menindaklanjutinya.

    "Siapapun yang salah kami akan beri sanksi dan menjadi pembelajaran kita semua," ucap dia.

    Jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta terus bertambah, bahkan menembus lebih dari seribu orang setiap harinya. Per 25 September, terdapat total 68.927 kasus dengan persentase pasien positif atau positivity rate 7,8 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin