Pilkada 2020, Begini Ridwan Kamil Soroti Kota Depok dan Kabupaten Karawang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbincang dengan Wali Kota Depok Mohammad Idris saat meninjau RSUD Depok, di Sawangan, Selasa, 15 September 2020. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil juga memastikan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat. TEMPO/Nurdiansah

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbincang dengan Wali Kota Depok Mohammad Idris saat meninjau RSUD Depok, di Sawangan, Selasa, 15 September 2020. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil juga memastikan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Bandung -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik 7 penjabat sementara bupati/walikota mengantikan sementara kepala daerahnya yang cuti kampanye dalam perhelatan Pilkada 2020 serentak.

    Salah satunya, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi yang dilantik menjadi Penjabat Sementara Wali Kota Depok.

    “Tugas bapak-bapak semua akan berlangsung sesuai aturan, dari tanggal 26 September 2020, sampai dengan tanggal 5 Desember 2020,” kata Ridwan Kamil, saat melantik semua penjabat sementara bupati/walikota, di Bandung, Jumat, 25 September 2020. 

    Pasangan walikota dan wakilnya di Kota Depok, keduanya cuti untuk mengikuti tahapan kampanye. Keduanya saling berhadapan menjadi calon walikota Depok. Kemarin, Kamis, 24 September 2002, KPU Kota Depok sudah menuntaskan tahapan penetapan nomor urut pasangan calon kepala daerah.

    Baca juga : Politikus PSI Ingin Ada Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada 2020 

    Dua pasangan calon yang bersaing, sebelumnya adalah walikota dan wakilnya yang kini berpisah jalan. Pasangan calon walikota dan wakilnya nomor urut satu yakni Pradi Supriatna berpasangan dengan Afifah Alia mengantungi dukungan 33 kursi dari Partai Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PSI, dan PAN. Sementara nomor urut 2 yakni Mohammad Idris berpsangan dengan Imam Budi Hartono mengantungi dukungan 17 kursi yang diusung oleh PKS, Demokrat, dan PPP.

    Ridwan Kamil mewanti-wanti agar semua penjabat bupati/walikota yang dilantiknya agar tetap memprioritaskan penanganan Covid-19.

    “Karena peristiwa pilkada ini terjadi pada saat pandemi Covid-19, maka tugas utama yang Bapak Menteri Dalam Negeri sampaikan ke saya adalah, untuk mampu membuat pengendalian maksimal untuk Covid,” kata dia. 

    Ridwan Kamil mengatakan, Kota Depok harus mendapat perhatian khusus oleh Penjabat Wali Kota Depok yang besok, Sabtu, 26 September 2020 akan resmi bertugas. “Khususnya di Depok, masuk ke dalam zona Bodebek yang mengikuti pilkada, tapi dari sisi pandemi termasuk yang harus menjadi atensi besar karena sumbangan Bodebek terhadap Jawa Barat itu hampir di atas 60 persen (kasus Covid-19),” kata dia.

    Kendati demikian, Kota Depok yang sebelumnya nyaris selalu masuk dalam zona merah (risiko tinggi), pekan ini turun menjadi zona oranye (risiko sedang). Di zona Bodebek saat ini tersisa Kota Bekasi yang masuk zona merah.

    Ridwan Kamil mengatakan, saat ini zona merah di Jawa Barat tersisa tiga daerah. “Per hari ini zona merah di Jawa Barat itu Kota Bekasi, kemudian Kota Cirebon, dan Kabupaten Karawang. Ada tiga. Mudah-mudahan setiap minggu kita mengalami perbaikan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra