Terpopuler Metro: Tersangka Pelecehan Seksual Rapid Test, PSBB Jakarta Ditambah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test atau tes cepat Covid-19. TEMPO/Subekti.

    Ilustrasi rapid test atau tes cepat Covid-19. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menceritakan hasil pemeriksaan pihaknya terhadap PT Kimia Farma Diagnostika, penanggung jawab fasilitas rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

    Berita soal profil tersangka pemerasan dan pelecehan seksual rapid test di Bandara Soekarno-Hatta itu menjadi salah satu terpopuler di Metro sejak kemarin sore hingga Sabtu siang, 26 September 2020. Selain itu ada pula hasil-hasil razia PSBB Jakarta diperketat dan kasus pabrik ekstasi di Cipondoh, Tangerang.

    -Tersangka Pelecehan Seksual Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menceritakan hasil pemeriksaan pihaknya terhadap PT Kimia Farma Diagnostika, penanggung jawab fasilitas rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

    Perusahaan tersebut diperiksa terkait salah satu mantan petugasnya, EFY, yang melecehkan dan memeras seorang penumpang inisial LHI setelah yang bersangkutan mengikuti rapid test alias tes cepat Covid-19 di Terminal 3 bandara tersebut.

    “Dari keterangan Kimia Farma, bahwa yang bersangkutan adalah lulusan dari salah satu universitas di Sumatera Utara. Gelar akademis tersangka adalah sarjana kedokteran, tapi belum mengambil sertifikasi sebagai dokter,” kata Yusri di kantornya pada Jumat, 25 September 2020.

    Baca juga: Polisi Telisik Gelar Dokter Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta

    Berdasarkan informasi ini, polisi kemudian mengembangkan pemeriksaan untuk melibatkan almamater yang bersangkutan. Yusri mengatakan polisi akan memanggil pihak universitas untuk memverifikasi keterangan tersebut. “Kami akan memeriksa universitas swasta di mana tersangka ini kuliah, untuk kita bisa memastikan betul apakah tersangka ini sarjana kedokteran.”

    Selain mengkonfirmasi identitas tersangka kepada perusahaan dan kampusnya, polisi juga akan memanggil Ikatan Dokter Indonesia untuk memastikan apakah EFY benar-benar seorang dokter. “Rencana IDI baru bisa datang hari ini untuk bisa dilakukan pemeriksaan,” tambah Yusri.

    Tentang keberadaan tersangka yang mengenalkan diri sebagai ‘dokter Eko’ tersebut, Yusri mengaku pihaknya sampai hari ini masih melakukan pengejaran. “Saya sudah mengimbau dan mengharapkan tersangka ini supaya bisa hadir, mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai apa yang dilaporkan korban,” tambahnya.

    Polisi sejauh ini telah memeriksa sebanyak 15 orang saksi termasuk korban dan seorang rekan dekatnya. Terdapat juga saksi ahli, yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Sebelumnya pada Selasa, 22 September 2020 Yusri mengatakan lembaga tersebut sedang memeriksa kondisi psikologis korban sebagai salah satu alat bukti.

    -PSBB Jakarta Diperpanjang, Wagub DKI Sebut Ratusan Kantor Ditutup Sementara

    Wakill Gubernur DKI Jakarta Ahmad Rizal Patria menyatakan Pemerintah telah menjatuhi sanksi dengan penutupan sementara 208 kantor, hotel hingga restoran sejak penerapan PSBB ketat dari 14 September 2020 lalu.

    "Sudah lebih dari 208 kantor kafe resotran hotel yang kami tutup sementara,"ujar Riza Patria dalam rekaman suara Humas Pemprov DKI saat di Balai Kota, Jumat 25 September 2020.

    Sanksi penutupan sementara tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur nomor 88 tahun 2020 tentang PSBB, dalam pasal 9 huruf f disebutkan jika ditemukan kasus positif di perkantoran maka akan dilakukan penutupan sementara 3 hari.

    Selain itu kata Wagub DKI ini, hingga hari ini Pemerintah DKI juga telah menerima duit Rp 4.6 miliar mulai dari denda tidak menggunakan masker, hingga instansi atau tempat usaha yang melanggar ketentuan PSBB Jakarta.

    -Polisi Gerebek Pabrik Pil Ekstasi Rumahan di Tangerang yang Dikelola Suami-Istri

    Tim Vipers polsek Kelapa Dua, Tangerang menggrebek satu rumah di jalan RW 05, kelurahan Cipondoh Indah, kecamatan Cipondoh kota Tangerang yang menjadi pabrik pil ekstasi rumahan.

    Saat digerebek pelaku yang bernama Jesica mengaku membuat pil ekstasi atau inex atas perintah suaminya yang berada di dalam penjara untuk kemudian  mengirimnya sesuai alamat melalui ojek online.

    "Saya buat berdasarkan pesanan suami, nanti ada Dani sebagai kurir antar ke depan komplek nanti ada ojek online yang dipesan sudah menunggu untuk mengantar ke alamatnya," kata Jesica tertunduk, Jumat 25 September 2020.

    Jesica juga mengatakan bahwa ia telah membuat pil ekstasi selama dua minggu dengan hasil sebanyak 400 butir pil.

    Kapolsek Kelapa Dua Ajun Komisaris Muharram Wibisono mengatakan
    dari penggrebekan tersebut petugas mengamankan dua orang pelaku dari dalam rumah serta alat- alat untuk membuat pil ekstasi.

    "Selain mengamankan kedua pelaku, kita juga amankan mulai dari alat untuk meraciknya kemudian bahan baku dan alat untuk mencetak gambar seperti transformer di pil ekstasi atau inex tersebut," ujarnya.

    WINTANG WARASTRI | TAUFIQ SIDDIQ | M. KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Harian Covid-19, Hampir Tiap Bulan Rekor

    Pada 29 November 2020, Kasus Harian Covid-19 sebanyak 6.267 merupakan rekor baru dalam penambahan harian kasus akibat virus corona di Indonesia.