Tiga Hari Dirawat di RS Polri, Tersangka Kasus Aborsi Dokter Sarsanto Meninggal

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Klinik dr. Sarsanto W.S di Jalan Raden Saleh disegel polisi karena dugaan praktik aborsi ilegal, Rabu, 19 Agustus 2020. TEMPO/Wintang Warastri

    Klinik dr. Sarsanto W.S di Jalan Raden Saleh disegel polisi karena dugaan praktik aborsi ilegal, Rabu, 19 Agustus 2020. TEMPO/Wintang Warastri

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus aborsi, dokter Sarsanto WS, 84 tahun, meninggal dunia hari ini, Rabu, 30 September 2020. "Yang bersangkutan meninggal di Rumah Sakit Polri Kramatjati pada pukul 09.00," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu, 30 September 2020.

    Yusri mengatakan, Sarsanto WS dirawat selama tiga hari sebelum meninggal. Menurut dia, tersangka meninggal akibat penyakit bawaan, bukan karena Covid-19. "Sudah dites, hasilnya negatif (Covid-19)," kata dia.

    Polisi menggerebek klinik aborsi Sarsanto di Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat pada 3 Agustus lalu. Polisi menangkap 17 tersangka, termasuk dr. SWS. Tersangka lain adalah SS, 57 tahun, TWP (59), EM (68), AK (27), SMK (32), W (44), J (52), M (42), S (57), WL (46), AR (44), MK (38), WS (49), CCS (22), HR (23) dan LH (46).

    Sebanyak enam tersangka di antaranya adalah tenaga medis yang terdiri dari tiga dokter, satu bidan, dan dua perawat. Empat tersangka lain berperan sebagai pengelola klinik yang bertugas untuk negosiasi dengan calon pasien, menerima, dan membagi uang.

    Klinik aborsi dokter Sarsanto WS beroperasi sejak Januari 2019. Menurut catatan polisi, hingga 10 April 2020 klinik itu telah menggugurkan 2.638 janin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin