Sabtu, 24 Februari 2018

GP 27 Juli Dukung Calon Gubernur Pilihan Megawati

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 28 Agustus 2003 09:03 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 100 orang dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda 27 Juli mendatangi gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (27/6). Mereka mendukung calon gubernur DKI pilihan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputeri. Meski DPP PDI Perjuangan sudah mencalonkan Sutiyoso menjadi gubernur kembali, menurut Ketua Umum DPP GP 27 Juli A Fikri, mereka tidak menyebut figur calon gubernur yang didukung Megawati. Namun, siapa pun calon gubernur pilihan Mega, DPP GP 27 Juli akan mendukungnya. "Kita mendukung calon gubernur pilihan Ibu Mega, karena pilihan itu sudah dipertimbangkan masak-masak dan kebijakan Ibu Mega bukan rekayasa," ujar Fikri lantang di depan anggotanya. Massa GP 27 Juli ini juga menggelar pelbagai spanduk yang di antaranya berbunyi "Menentang Pilihan Ibu Mega = Pengkhianat Partai", "Siap Amankan Cagub Pilihan Ibu Mega", "Jangan Politisasi Kasus 27 Juli". Dalam butir pernyataannya, DPP GP 27 Juli mendukung sepenuhnya kebijakan Ketua Umum PDI P untuk menentukan figur pilihan calon gubernur yakni yang berlatar belakang purnawirawan militer dan berpengalaman serta layak menjadi gubernur Jakarta. Saat hendak menemui anggota dewan, para pengurus DPP diantaranya A Fikri dan Sekretaris Jenderel Djoko Purwanto sempat dihadang puluhan pemuda yang mengaku kader PDI Perjuangan. "Yang mendukung Sutiyoso itu yang pengkhianat 27 Juli. Kami kader PDI Perjuangan menentang Megawati kalau mencalonkan Sutiyoso," kata mereka sambil teriak-teriak. Puluhan pemuda yang mengaku kader PDI P itu memang sudah menunggu massa GP 27 Juli yang datang ke DPRD Jakarta. Hanya sekitar satu jam berorasi, massa GP 27 Juli akhirnya membubarkan diri meninggalkan gedung parlemen dengan penjagaan ketat aparat keamanan dari Polda Metro Jaya. GP 27 Juli pimpinan A Fikri juga pernah berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta beberapa waktu lalu. Namun aksi mereka saat itu berbeda yakni meminta Sutiyoso diseret ke pengadilan karena dianggap bertanggung jawab dalam kasus 27 Juli. (FX Dimas Adityo-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.