Manajemen Tower 8 Wisma Atlet Pademangan untuk OTG Gabung dengan Hotel Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah ambulans memasuki area RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Sepetember 2020. Pada Rabu (16/9) pagi tadi, tidak ada antrean ambulans menuju pintu masuk Rumah Sakit Wisma Atlet. Hanya sesekali ambulans masuk ke rumah sakit melewati jalur satu itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sebuah ambulans memasuki area RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 16 Sepetember 2020. Pada Rabu (16/9) pagi tadi, tidak ada antrean ambulans menuju pintu masuk Rumah Sakit Wisma Atlet. Hanya sesekali ambulans masuk ke rumah sakit melewati jalur satu itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala di Wisma Atlet Pademangan dipisahkan dari Wisma Atlet Kemayoran.     

    Koordinator Operasional RS Darurat Covid-19 Kolonel CKM Stephanus Dony mengatakan, manajemen Tower 8 di Wisma Atlet Pademangan akan jadi satu dengan hotel penampung pasien Covid-19 tanpa gejala.

    "Jadi tidak bergabung dengan flat wisma yang ada di Kemayoran, tapi di Pademangan berdiri sendiri akan satu manajemen dengan hotel-hotel," kata dia dalam diskusi virtual yang disiarkan di Youtube BNPB Indonesia, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Dony tidak merinci pertimbangan pemisahan manajemen tersebut karena tak memiliki wewenang untuk menyampaikan alasannya.

    Meski manajemen terpisah, Wisma Atlet Kemayoran bakal berkoordinasi dan berbagi ilmu dengan koordinator Tower 8 Wisma Atlet Pademangan. Menurut dia, koordinator Tower 8 tinggal mengajukan sumber daya manusia (SDM) dan kelengkapan alat.

    "Karena manajemen sendiri jadi koordinator di sana, baik mengajukan SDM maupun peralatan lain langsung berhubungan dengan Kementerian Kesehatan," ucap dia.

    Tower 8 Flat Isolasi Mandiri mulai dibuka Selasa, 29 September 2020 dengan kapasitas 1.500 tempat tidur. Bangunan itu dikhususkan menjadi tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) sama seperti Tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran.

    Pembukaan tiga tower ini merupakan kerja sama pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta.

    Baca juga: Syarat dan Prosedur Isolasi Terkendali di Fasilitas Pemerintah DKI

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menetapkan seluruh pasien Covid-19 tanpa gejala harus diisolasi di fasilitas milik pemerintah. Namun, keputusannya berubah dan kembali seperti awal, yaitu pasien OTG yang memiliki rumah besar diperbolehkan isolasi mandiri di tempat masing-masing. Sementara pasien tanpa gejala yang tak punya rumah memadai harus karantina di fasilitas pemerintah.

    Selain Wisma Atlet, pemerintah juga menggandeng sejumlah hotel Jakarta agar beralihfungsi jadi tempat isolasi khusus OTG. Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti berucap sudah ada tiga hotel yang siap menampung pasien Covid-19 tanpa gejala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.