Embung dan Normalisasi Jadi Solusi 3 Lokasi Rawan Banjir Jakarta Barat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf meninjau pengerukan lumpur di Kanal Banjir Barat di dekat Mal Season City, Tambora, Jakarta Barat, Rabu, 26 Agustus 2020. HO/Humas Dinas SDA DKI Jakarta

    Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf meninjau pengerukan lumpur di Kanal Banjir Barat di dekat Mal Season City, Tambora, Jakarta Barat, Rabu, 26 Agustus 2020. HO/Humas Dinas SDA DKI Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto akan membangun embung dan normalisasi saluran air untuk antisipasi banjir Jakarta saat musim hujan nanti. Embung atau penampungan air skala besar akan dibangun di dua lokasi yang selama ini rawan banjir.

    Ada tiga lokasi rawan banjir di Jakarta Barat. Lokasi pertama di belakang Rusun Lokbin Tegal Alur, yaitu permukiman RT 15/03 dan permukiman warga RW 01. Lokasi kedua di Jalan Dharma Wanita 1, Rawa Buaya, dan lokasi ketiga di Kampung Bulak RT 10/1, Semanan, belakang Rusun Pesakih.

    Rencana itu disampaikan Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto saat meninjau lokasi rawan banjir di belakang Rusun Lokbin Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Ahad, 4 Oktober 2020. "Kami menindaklanjuti perintah Gubernur DKI Jakarta untuk meninjau tiga lokasi rawan genangan yang lama surutnya dibandingkan wilayah lain," kata Uus Kuswanto di Tegal Alur, Ahad.

    Untuk mengatasi kawasan rawan genangan yang lama surutnya itu, Uus akan membuat embung di belakang Rusun Lokbin Tegal Alur. Embung itu berfungsi menampung air hujan serta luapan Kali Semongol.

    "Ada sekitar 5.000 meter lahan di belakang rusun yang nantinya bisa dibuat bak penampungan air atau embung. Fungsinya bisa menampung limpasan air dari Kali Semongol," ujar Uus.

    Baca juga: DKI Gandakan Penampungan Korban Banjir Selama Pandemi, BPBD: Sebelumnya Ada 100

    Pembuatan embung juga akan dilakukan di daerah rawan genangan di Kampung Bulak RW 10/01, Semanan, Kalideres. Suku Dinas Sumber Daya Air Jakbar akan membangun embung serta pompa air yang dapat mengalirkan air ke Kali Mookevart.

    Solusi untuk lokasi rawan genangan di di Jalan Dharma Wanita 1 RW 01, Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, adalah normalisasi Kali Pecotong. "Sedimentasi lumpur dikeruk sehingga dapat memperlancar aliran air, nanti kita koordinasikan dengan Dinas SDA DKI Jakarta," ujar Uus.

    Pembuatan embung serta normalisasi saluran air diharapkan bisa mengatasi potensi genangan pada tiga lokasi rawan banjir Jakarta Barat itu. "Kita sudah mengetahui permasalahannya sehingga ada solusi untuk mengatasi genangan atau banjir. Minimal kalau nanti ada genangan tidak akan sampai berhari-hari," ujar dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H