Bocah Hanyut di Kali Ciliwung Ditemukan Nelayan Terdampar di Pulau Pari

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang hanyut. shutterstock.com

    Ilustrasi orang hanyut. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jasad bocah berusia tiga tahun berinisial F, ditemukan nelayan Pulau Pari terdampar di pantai pada Rabu pagi, 7 Oktober 2020. Bocah nahas tersebut sebelumnya dikabarkan hanyut di Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur pada Senin lalu.

    "Ditemukan oleh nelayan yang sedang jalan pagi. Lalu segera dilaporkan ke Polres," ujar Kasubag Humas Polres Kepulauan Seribu Iptu Bambang Agus saat dihubungi Tempo, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Baca Juga: Bocah Hanyut di Kali Angke Hulu Cengkareng, Tim SAR Dikerahkan

    Awalnya, polisi tak mengetahui jenazah tersebut adalah F. Bambang baru mengetahui identitas korban setelah melakukan koordinasi dengan polsek-polsek di Jakarta."Kami diberi tahu Polsek Jatinegara memang ada laporan bocah tenggelam Senin lalu," kata Bambang.

    Jenazah F kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga korban pun sudah diberi tahu mengenai penemuan ini.

    Pada berita sebelumnya, F hanyut di Kali Ciliwung saat sedang bermain di bantaran kali pada Senin lalu. Ia diduga terpeleset hingga akhirnya jatuh ke dalam kali dan tenggelam. 

    Saat kejadian, tak ada seorang saksi mata pun melihat kejadian itu. Jejak kaki F di lumpur sekitar Kali Ciliwung menjadi petunjuk bocah malang itu tercebur ke kali. 

    Tim SAR pun sudah melakukan pencarian tubuh F pada hari Senin, namun tak membuahkan hasil. Jasad F dapat hanyut hingga ke laut diduga karena arus air yang sedang deras akibat hujan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Berkendara dan Beraktivitas di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

    Jika harus keluar rumah, masyarakat wajib waspada dan melindungi diri dari Covid-19. Simak tips aman berkendara saat kasus Covid-19 merajalela.