Mobil Dinas Pelat Merah Dibakar Massa di Menteng

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa membakar sebuah mobil berplat merah di depan kantor Perwari, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Oktober 2020. TEMPO.CO/ Achmad H. Assegaf

    Massa membakar sebuah mobil berplat merah di depan kantor Perwari, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Oktober 2020. TEMPO.CO/ Achmad H. Assegaf

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah massa membakar sebuah mobil dinas berpelat merah di depan kantor Perwari, sebelah Hotel Treva, Menteng Raya, Jakarta Pusat.

    Mobil dinas bernomor B 1657 GQ jenis Honda Stream berwarna abu-abu metalik itu dicegat oleh massa saat tengah berhenti di lampu merah Jalan Menteng Raya arah Cikini, Jakarta Pusat.

    Pengendara mobil Inu Imansyah menceritakan bahwa saat kejadian sekitar pukul 20.00 WIB itu ia sedang dalam perjalanan menuju rumah dari kantornya di Kementerian Perdagangan RI. Namun, tiba-tiba sekelompok massa meneriaki sembari mengepung mobilnya.

    Melihat banyaknya batu yang dilemparkan menuju mobilnya, Inu langsung membuka kaca dan melambaikan tangannya. Sejumlah pemuda yang tampak seperti mahasiswa membantu Inu keluar mobil untuk menjauh dari massa yang mengepung. Massa lalu menggulingkan dan membakar kendaraan dinasnya itu.

    “Sampai sini, ada beberapa massa yang teriak ‘pelat merah, pelat merah’, selebihnya ada lemparan batu. Alhamdulillah saya buka kaca sedikit lambaikan tangan, lalu ada seperti mahasiswa yang membantu saya keluar,” ujar Inu kepada Tempo di Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Oktober 2020.

    Berdasarkan pantauan Tempo, mulanya ruas jalan Tugu Tani menuju Cikini cukup kondusif dan bisa dilalui kendaraan sejak ditinggalkan sebagian besar massa dan aparat yang sempat ricuh. Namun, setelah peristiwa pembakaran mobil berpelat merah itu, jalanan kembali mencekam dan polisi mulai berdatangan menembakkan gas air mata.

    Inu pun mengimbau para pengendara mobil dinas lainnya agar lebih berhati-hati dan mencari rute-rute yang aman. “Rekan-rekan yang menggunakan kendaran pelat merah lainnya, mungkin bisa mencari rute-rute alternatif yang lebih kondusif,” ujar Inu.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto