Dalam Demo Omnibus Law Polda Metro Temukan Sejumlah Perusuh Bayaran, Asalnya?

Reporter

Editor

Dwi Arjanto


TEMPO.CO, Jakarta -Polda Metro Jaya menemukan sejumlah perusuh bayaran yang didatangkan dari luar Jakarta untuk menunggangi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Ada kelompok-kelompok yang datang untuk melakukan kerusuhan, bahkan didominasi oleh anak-anak STM.

"Dia tidak tahu apa itu UU Cipta Kerja, yang dia tahu ada undangan untuk datang, disiapkan tiket kereta api, disiapkan truk, disiapkan bus, kemudian ada uang makan untuk mereka
semua," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat, 9 Oktober 2020.

Keberadaan massa bayaran tersebut ditemukan petugas saat memeriksa ponsel para perusuh serta pengakuan orang-orang yang diamankan oleh polisi.

"Darimana kita bisa bilang itu? Dari bukti-bukti handphone dan keterangan yang kita terima dari mereka. Semua sudah kita amankan total 1.192," katanya.

Yusri mengatakan para perusuh yang diamankan petugas diketahui berasal dari beberapa daerah di sekitar Jakarta. Orang-orang itulah yang terlibat bentrokan dengan petugas dan perusakan sejumlah fasilitas umum di Ibu Kota.

"Beberapa kelompok memang datang dari beberapa daerah seperti Purwakarta, Karawang, Bogor, Banten, yang datang ke Jakarta memang tujuannya untuk melakukan kerusuhan," katanya.

Baca juga : Anies Baswedan Akan Teruskan Suara Demonstran, Wagub DKI Bilang Begini

Dikatakan Yusri, petugas akan memanggil orang tua dari para pelajar agar diberikan pembinaan dan edukasi serta menunjukkan bukti pesan singkat ajakan berunjuk rasa berakhir rusuh.

"Ini untuk pembelajaran jangan sampai nanti diulangi lagi bisa dijaga orang tuanya," tutur Yusri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Yusri menyatakan dari 1.192 orang yang ditangkap petugas terdapat 285 orang yang terindikasi terlibat pidana.

Dia mengungkapkan polisi masih mendalami dugaan keterlibatan 285 orang dengan tindak pidana seperti melawan petugas, perusakan fasilitas umum hingga membawa senjata tajam.

"Ini yang masih kita lakukan pendalaman makanya saya belum menyatakan tidak dia itu sebagai tersangka, tidak," ujar Yusri.

ANTARA






Saleh Daulay Harap Partisipasi Masyarakat Dalam Pembahasan Omnibus Law Kesehatan

28 menit lalu

Saleh Daulay Harap Partisipasi Masyarakat Dalam Pembahasan Omnibus Law Kesehatan

Saleh Daulay mengatakan telah menerima audiensi berbagai kalangan.


Evaluasi Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Kumpulkan Ahli Forensik dan Patologi

6 jam lalu

Evaluasi Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Kumpulkan Ahli Forensik dan Patologi

Sebelum umumkan hasil penyelidikan kematian satu keluarga di Kalideres, polisi evaluasi kasus bersama dokter forensik hingga sosiolog agama.


Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Umumkan Hasil Penyelidikan Akhir Pekan Ini

7 jam lalu

Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Umumkan Hasil Penyelidikan Akhir Pekan Ini

Polisi segera umumkan hasil penyelidikan akhir kasus kematian satu keluarga di Kalideres. Menunggu hasil pemeriksaan kedokteran forensik RSCM.


Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Manado, Polda Metro Jaya Tetapkan 2 Tersangka

21 jam lalu

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Manado, Polda Metro Jaya Tetapkan 2 Tersangka

Penggerebekan kantor pinjol ilegal di Manado ini berawal dari laporan nasabah ke Polda Metro Jaya karena diancam dan diteror


Polda Metro Jaya Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Manado

1 hari lalu

Polda Metro Jaya Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Manado

Penggerebekan kantor pinjol ilegal di Manado ini berawal dari laporan nasabah ke Polda Metro Jaya karena diteror dan diancam


Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

2 hari lalu

Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris sempat mengatakan sabu 5 kg yang disebut ditukar tawas oleh Teddy Minahasa masih ada dan disimpan kejaksaan


Ferry Mursyidan Baldan Ditemukan Meninggal, Keluarga Tolak Autopsi

2 hari lalu

Ferry Mursyidan Baldan Ditemukan Meninggal, Keluarga Tolak Autopsi

Polda Metro Jaya mengatakan pihak keluarga mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan menolak autopsi


Demo Buruh Bubar, Lalu Lintas di Lokasi Sempat Tersendat

3 hari lalu

Demo Buruh Bubar, Lalu Lintas di Lokasi Sempat Tersendat

Massa buruh yang berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta mulai membubarkan diri. Lalu lintas di sekitarnya sempat tersendat.


Tuntut Heru Budi Putuskan UMP 2023 Naik 10 Persen, Buruh: Angka yang Wajar untuk Jakarta

3 hari lalu

Tuntut Heru Budi Putuskan UMP 2023 Naik 10 Persen, Buruh: Angka yang Wajar untuk Jakarta

Buruh menggelar demonstasi di depan Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat hari ini sehubungan dengan UMP Jakarta 2023. Mereka menolak keputusan Heru Budi.


FSPMI: Keputusan Heru Budi Soal UMP Jakarta 2023 Menyakiti Hati Kaum Buruh

3 hari lalu

FSPMI: Keputusan Heru Budi Soal UMP Jakarta 2023 Menyakiti Hati Kaum Buruh

Buruh menggelar demonstasi menolak kenaikan UMP Jakarta 2023 yang diputuskan Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono.