Demo Omnibus Law, Kapolda Besuk Pendemo dan Aparat yang Dirawat di RS Polri

Dua pendemo melindungi seorang lansia yang berjalan di antara massa aksi tolak UU Cipta Kerja di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Dua pemuda itu melindungi wanita tersebut dari lemparan batu yang dilakukan para pendemo ke arah polisi. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta -Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana membesuk pendemo dan aparat keamanan yang menjadi korban luka dalam demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Nana membesuk para korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur dengan ditemani Kompolnas.

"Jadi untuk anggota ada 31 korban luka, 28 anggota polri dan 3 orang anggota TNI. Dari anggota Polri yang masih dirawat di sini ada 6 orang dan Alhamdulillah sudah membaik," kata Nana di Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu, 10 Oktober 2020. 

Baca juga : Polisi Temukan Indikasi Adanya Aktor Penyuplai Makanan dan Bom Molotov ke Perusuh Demo

Selain aparat keamanan, Nana mengatakan Ada sekitar 30 orang masyarakat sipil yang menjadi korban luka akibat kerusuhan 8 Oktober 2020 itu. Sampai saat ini, hanya tinggal 4 orang yang masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. 

Selain korban luka-luka, Nana mengatakan kerusuhan di demo Omnibus Law itu juga mengakibatkan banyak fasilitas milik kepolsian yang rusak. Sampai saat ini Nana mencatat ada 25 unit bus yang dirusak dan 11 Pos Polisi yang dibakar massa. 

"Ada 1.192 pengunjuk rasa yang kami tangkap yang terdiri dari 166 mahasiswa, 570 pelajar, kemudian 161 buruh, dan yang lain-lain 295," kata Nana. 

Sampai tadi malam pihaknya mengklaim telah memulangkan 1.057 orang dan 135 orang lainnya masih dalam proses pendalaman terkait peran dalam aksi anarkisme itu. Nana mengatakan para anak muda yang masih ditahan terindikasi sebagai kelompok anarko yang melakukan penyerangan kepada polisi. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pihaknya menetapkan 87 perusuh di demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja sebagai tersangka. Namun dari jumlah tersebut, hanya 7 orang yang ditahan di Polda Metro Jaya. 

Sedangkan 80 orang lainnya tak ditahan karena hanya disangkakan Pasal 212, 216 KUHP tentang melawan petugas dan Pasal 406 KUHP tentang perusakan dengan ancaman dua tahun penjara. 

"Kalau yang 7 ini ancamannya di atas 5 tahun jadi ditahan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dihubungi, Sabtu, 10 Oktober 2020. 

Yusri menerangkan ke-7 tersangka yang ditahan itu dikenakan Pasal 170 KUHP tentang menyerang petugas dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. Mereka terbukti melakukan pengeroyokan terhadap aparat kepolisian. 






Wamenkumham Eddy Hiariej Bantah Soal Karpet Merah bagi Koruptor Melalui Remisi dan Pembebasan Bersyarat

5 jam lalu

Wamenkumham Eddy Hiariej Bantah Soal Karpet Merah bagi Koruptor Melalui Remisi dan Pembebasan Bersyarat

Mengapa Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi dan pembebasan bersyarat secara massal kepada terpidana korupsi?


Kapolri Sebut Tiga Kapolda Tidak Terlibat Skenario Ferdy Sambo

8 jam lalu

Kapolri Sebut Tiga Kapolda Tidak Terlibat Skenario Ferdy Sambo

Kapolri mengatakan Divisi Propam Polri dan tim khusus telah memeriksa dan menyimpulkan tiga Kapolda tidak terkait dengan skenario kasus Ferdy Sambo.


BEM SI Demo Lagi Usai Jumatan Nanti, Mereka Sebut Gerakan Melawan Pengkhianatan Rezim

12 jam lalu

BEM SI Demo Lagi Usai Jumatan Nanti, Mereka Sebut Gerakan Melawan Pengkhianatan Rezim

BEM SI akan menggelar demo untuk menyuarakan sejumlah masalah dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

3 hari lalu

Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

Massa buruh, petani dan nelayan yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria menggelar demonstrasi di Gedung DPR.


Polisi dan TNI Turunkan 4.400 Personel untuk Jaga Demonstrasi di Jakarta Hari Ini

3 hari lalu

Polisi dan TNI Turunkan 4.400 Personel untuk Jaga Demonstrasi di Jakarta Hari Ini

Kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah menyiagakan 4.400 personel gabungan menjaga unjuk rasa di Jakarta, Selasa, 27 September 2022


Begini Alasan Polda Metro Mau Segera Pindahkan Titik Demonstrasi ke Monas

3 hari lalu

Begini Alasan Polda Metro Mau Segera Pindahkan Titik Demonstrasi ke Monas

Pemilihan tempat demonstrasi ini menurut Fadil sangat tepat, tidak saja bagi kelompok demonstran, tapi juga bagi anggota kepolisian dan warga.


Ini Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas Jakarta sebagai Dampak Demonstrasi Hari Ini

3 hari lalu

Ini Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas Jakarta sebagai Dampak Demonstrasi Hari Ini

Polda Metro Jaya melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Monas untuk pengamanan unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda Jakarta.


Ramai Soal Pemberitahuan PHK Bisa Kurang dari H-1, Serikat Pekerja: Akibat UU Ciptaker

4 hari lalu

Ramai Soal Pemberitahuan PHK Bisa Kurang dari H-1, Serikat Pekerja: Akibat UU Ciptaker

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia angkat bicara soal kekecewaan pekerja yang baru dikabari manajemen perusahaan sehari sebelum PHK efektif berlaku.


Kapolda Metro Usul Lokasi Demonstrasi Dipindah ke Monas, Pengelola: Nanti Dibicarakan Pimpinan

6 hari lalu

Kapolda Metro Usul Lokasi Demonstrasi Dipindah ke Monas, Pengelola: Nanti Dibicarakan Pimpinan

Pengelola Monas sebut usulan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran soal lokasi demo di Monas perlu dibahas lebih lanjut di level pimpinan.


Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

6 hari lalu

Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

Blokir dilakukan di tengah meluasnya aksi demonstrasi di Iran atas kematian Mahsa Amini. Kebijakan disinyalir sebagai upaya mengekang gerakan protes.