Besok Perpanjangan PSBB Ketat Berakhir, Anies Baswedan: Diumumkan Sebelum Senin

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Anies Baswedan saat berbincang dengan mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 8 Oktober 2020. Tempo/Adam Prirea

    Gubernur Anies Baswedan saat berbincang dengan mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 8 Oktober 2020. Tempo/Adam Prirea

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemerintah DKI telah menjadwalkan rapat pembahasan evaluasi pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jilid II alias PSBB Ketat hari ini, 10 Oktober 2020.

    Perpanjangan kedua PSBB Ketat bakal berakhir pada Minggu, 11 Oktober 2020.

    Pembatasan sosial jilid II telah diterapkan di Ibu Kota sejak 14 September kemarin. Anies menyatakan bakal segera mengumumkan kebijakan memperpanjang atau tidak pembatasan sosial setelah rapat hari ini.

    Baca juga : Rapat Para Gubernur Soal Omnibus Law, Jokowi Tak Beri Anies Baswedan Berbicara

    "Ketika kami menyampaikan pengumuman tentang status kami, kami akan tunjukan datanya," kata Anies di Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Oktober 2020.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengatakan akan memberikan data evaluasi penerapan pembatasan sosial ketat selama empat pekan terakhir. Pengumuman keputusan untuk memperpanjang pembatasan sosial atau tidak bakal dilakukan sebelum Senin besok, 12 Oktober 2020.

    "Mudah-mudahan bisa sebelum Senin (diumumkan)," ujarnya. "Nanti sekaligus diumumkan."

    Kata Anies Baswedan, hasil evaluasi pembatasan sosial selama empat pekan sudah diterimanya dan juga telah dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. "Tinggal finalisasi bahan komunikasinya," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.