Anies Baswedan Apresiasi Jajarannya yang Sigap Reparasi Halte Bus Transjakarta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas membersihkan puing Halte TransJakarta Tosari yang rusak imbas unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2020. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memperkirakan kerugian imbas ujuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja mencapai Rp.65 miliar. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Sejumlah petugas membersihkan puing Halte TransJakarta Tosari yang rusak imbas unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2020. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memperkirakan kerugian imbas ujuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja mencapai Rp.65 miliar. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam waktu 4 hari sejak 8 Oktober 2020, Pemerintah DKI Jakarta telah membenahi sejumlah halte bus Transjakarta yang rusak akibat kericuhan demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Gubernur Anies Baswedan dalam akun Instagramnya menyampaikan apresiasi terhadap jajaran Pemerintah DKI. 

    Menurut Anies, reparasi kilat halte itu melibatkan banyak pihak, mulai dari Pemerintah DKI hingga Badan Usaha Milik Daerah. “Kerjanya kolosal, seragamnya warna-warni, tapi semangatnya satu. Api boleh membakar haltenya, tapi ilmu dan semangat membangun kembali demi warga tak ikut hangus terbakar, malah semakin semangat,” ujar Anies dalam keterangan foto yang ia unggah ke akun Instagramnya hari ini, Senin, 12 Oktober 2020. 

    Anies Baswedan tak memungkiri banyak pihak yang geram akibat sejumlah halte bus Transjakarta itu rusak. Meski begitu, kata dia, Pemerintah DKI Jakarta saat ini lebih mengedepankan kepentingan masyarakat. “Kita semua ikut geram karena halte kebanggaannya rusak berat. Apalagi halte yang rusak adalah halte terbaik, tercantik, dan tercanggih di Jakarta, mungkin di Indonesia. Tapi kegeraman itu tak boleh mengalahkan kepentingan warga,” cuit Anies. 

    Sebelumnya, Anies mengatakan sebanyak 46 halte di Ibu Kota, rusak akibat unjuk rasa Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020. Sebagian besar halte yang rusak milik PT Transjakarta. "Kerugian untuk halte itu diperkirakan per hari ini Rp 65 miliar," kata Anies di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Oktober 2020.

    Anies menuturkan tiga halte yang rusak berat karena dibakar adalah halte Bundaran HI, Tosari dan Sawah Besar. Halte itu, kata Anies, harus dirombak total karena rusak parah.

    Jumat malam, kata Anies, Pemerintah DKI sudah menerjunkan 250 personel untuk membersihkan material yang masih tersisa akibat pembakaran halte. Pemerintah DKI menginstruksikan Dinas Pertamanan, Bina Marga, Sumber Daya Air dan Pemadam Kebakaran untuk segera menuntaskan pembersihan seluruh kawasan halte yang rusak. "Semua bekerja sepanjang malam. Tadi malam dan alhamdulillah pagi ini sudah tuntas pembersihannya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Badan Saat Pandemi Covid-19

    Banyak rutinitas keseharian kita yang dibatasi selama pandemi Covid-19. Salah satunya menyangkut olahraga