Pasien Positif Covid-19 Jakarta Bertambah 1.054 Orang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga untuk menghubungi kerabatnya yang menjadi pasien melalui layanan panggilan video di fasilitas Pojok Sahabat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Pihak rumah sakit menyediakan fasilitas Pojok Sahabat kepada warga yang ingin menghubungi pasien suspect maupun positif terinfeksi virus corona yang tidak memiliki atau tidak mampu mengoperasikan alat komunikasi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Warga untuk menghubungi kerabatnya yang menjadi pasien melalui layanan panggilan video di fasilitas Pojok Sahabat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Pihak rumah sakit menyediakan fasilitas Pojok Sahabat kepada warga yang ingin menghubungi pasien suspect maupun positif terinfeksi virus corona yang tidak memiliki atau tidak mampu mengoperasikan alat komunikasi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien positif Covid-19 di Jakarta bertambah lagi 1.054 orang. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebut, hasil itu diperoleh setelah mengetes 11.963 spesimen.

    "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 9.570 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.054 positif dan 8.516 negatif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Baca Juga: Tingkat Keterisian Ruang ICU Pasien Covid-19 di DKI Capai 70 Persen

    Sementara itu, total pasien positif Covid-19 Jakarta secara keseluruhan hingga hari ini mencapai 89.228 orang. Dari angka itu, Dwi merinci, 13.551 pasien positif masih dirawat atau isolasi, 1.944 meninggal, dan 73.733 orang dinyatakan sembuh.

    "Tingkat kesembuhan 82,6 persen dan tingkat kematian 2,2 persen," ujar dia.

    Saat pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB per 14 September, penambahan kasus baru Covid-19 di Jakarta rata-rata masih di atas seribu per hari.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian memutuskan Ibu Kota kembali ke masa PSBB transisi mulai 12-25 Oktober 2020. Menurut dia, ada pelambatan kenaikan kasus aktif dan positif meski terjadi peningkatan penularan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.