Geruduk Markas GPII Saat Aksi 1310, Polisi: Massa Masuk ke Sana

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa perusuh terlibat bentrok dengan polisi dalam aksi 1310 di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020. Demonstrasi yang awalnya damai tiba-tiba menjadi ricuh setelah sekelompok orang menimpuki aparat kepolisian dengan batu dan botol. TEMPO/Subekti.

    Massa perusuh terlibat bentrok dengan polisi dalam aksi 1310 di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020. Demonstrasi yang awalnya damai tiba-tiba menjadi ricuh setelah sekelompok orang menimpuki aparat kepolisian dengan batu dan botol. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan polisi memasuki markas Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII), Jakarta Pusat pada Selasa malam, 13 Oktober 2020 untuk mencari massa Aksi 1310 dan perusuh. Sebelumnya, kata dia, ada aksi pembakaran ban dan penutupan jalan di sekitar Menteng.

    "Petugas sudah mengimbau untuk segera dimatikan (apinya) karena mengganggu ketertiban masyarakat dan juga untuk membuka jalan itu. Imbauan tidak diindahkan sehingga petugas mencoba mendorong, dan mereka melarikan diri ke dalam (Markas GPII)," kata Yusri di kantornya, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Baca Juga: Polisi Geruduk Markas GPII Saat Aksi 1310, Tangkap Lima Warga

    Ia mengatakan sebanyak empat orang kemudian ditangkap petugas di markas GPII. Saat ini, kata dia, pemeriksaan masih berlangsung. Jika tidak terbukti melakukan pidana, mereka disebut bakal dipulangkan.

    Seorang warga Menteng Raya 58 yang ditemui Tempo, sebut saja Oji, mengatakan ada lima warga yang ditangkap dari markas GPII. Ia berujar mereka tetap dibawa kendati sudah menjelaskan bukan demonstran.

    "Salah satu yang dibawa tadi Pak RT. Empat sudah pulang, tinggal satu lagi," kata Oji ketika ditemui Tempo di sekitar GPII, Rabu dini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.