Markas GPII Digeruduk Saat Demo, Habiburokhman Maklumi Polisi Salah Tangkap

Massa perusuh terlibat bentrok dengan polisi dalam aksi 1310 di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020. Demonstrasi yang awalnya damai tiba-tiba menjadi ricuh setelah sekelompok orang menimpuki aparat kepolisian dengan batu dan botol. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR RI Habiburokhman maklum jika polisi salah tangkap saat mengejar demonstran yang masuk ke Markas GPII di Menteng, Selasa lalu. Pernyataan itu ia sampaikan seusai meminta Polda Metro Jaya membebaskan 11 anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) yang ikut diciduk oleh polisi.  

"Misalnya ada salah tangkap, ya kami bisa memaklumi, namanya pasukan di bawah itu kan pasukan penertiban," kata Habiburokhman di Polda Metro Jaya, Rabu, 14 Oktober 2020.

Habiburokhman mengatakan, koreksi justru dilakukan setelah penangkapan yaitu memeriksa mana yang bersalah dan yang tidak. Dia mengklaim bahwa 11 anggota PII itu tidak terlibat dalam demo Omnibus Law atau kerusuhan pada Selasa lalu.

"Kalau nggak bersalah ya tentu kita minta dibebaskan. Menurut saya masih dalam batas toleransi," kata politikus Fraksi Partai Gerindra itu.

Menurut Habiburokhman, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana berjanji bakal memperbaiki infrastruktur yang rusak di Markas GPII saat terjadi kerusuhan. "Respons Pak Kapolda cukup memuaskan kami," kata dia.

Habiburokhman berujar, sebelas anggota PII tersebut ditangkap di markas Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII), Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, pada saat demo 1310

Baca juga: Polisi Geruduk Markas GPII Saat Aksi 1310, Tangkap Lima Warga

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan polisi memasuki markas GPII untuk mencari massa dan perusuh. Sebelum polisi masuk ke kantor itu, massa melakukan aksi pembakaran ban dan penutupan jalan di kawasan Menteng.

"Petugas sudah mengimbau untuk segera dimatikan apinya karena mengganggu ketertiban masyarakat dan juga untuk membuka jalan itu. Imbauan tidak diindahkan sehingga petugas mencoba mendorong, dan mereka melarikan diri ke dalam Markas GPII," kata Yusri di kantornya, Rabu siang.






Kader Gerindra Depok Diminta Ramaikan HUT-15 Partai dan Jangan Gontok-gontokan

16 jam lalu

Kader Gerindra Depok Diminta Ramaikan HUT-15 Partai dan Jangan Gontok-gontokan

Puncak perayaan HUT ke-15 Partai Gerindra di Kota Depok diselenggarakan di Sawangan pada Sabtu pekan depan


Soal Capres dan Cawapres KIR, PKB: Diumumkan Sebelum Ramadan

20 jam lalu

Soal Capres dan Cawapres KIR, PKB: Diumumkan Sebelum Ramadan

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebutkan capres dan cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Raya (KIR) rencananya akan diumumkan sebelum Ramadan.


PDIP Tetap Usulkan Sistem Proporsional Tertutup, Hasto: Berpolitik Kadang Melawan Arus

1 hari lalu

PDIP Tetap Usulkan Sistem Proporsional Tertutup, Hasto: Berpolitik Kadang Melawan Arus

PDIP menilai sistem proporsional terbuka menyebabkan anggota dewan dipilih hanya karena popularisme dan nepotisme.


Langkah Politik Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi dari Gerindra ke PSI, Ini Profilnya

1 hari lalu

Langkah Politik Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi dari Gerindra ke PSI, Ini Profilnya

PSI mengumumkan suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi berkontribusi dalam Pemilu 2024 sebagai Dewan Pengarah Pemenangan Pemilu 2024. Ini langkah politiknya


Gerindra Berharap Koalisi Besar, PDIP Terbuka untuk Reuni

2 hari lalu

Gerindra Berharap Koalisi Besar, PDIP Terbuka untuk Reuni

PDIP membalas harapan Gerindra memiliki koalisi besar dengan membuka pintu.


Gerindra Sebut Ingin Koalisi Besar, Tidak Hanya dengan PKB

2 hari lalu

Gerindra Sebut Ingin Koalisi Besar, Tidak Hanya dengan PKB

Gerindra ingin koalisi yang lebih besar lagi bersama PKB. Mereka berharap partai lain tak menutup pintunya untuk berkoalisi.


Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

3 hari lalu

Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

Rencana Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang ingin terjun ke dunia politik menuai beragam respons dari banyak parpol. Siapa siap tampung?


Jakpro Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bayar Pajak Tanah, Politikus Gerindra: Lucu, BPHTB Aja Bermasalah

3 hari lalu

Jakpro Terseret Kasus Dugaan Korupsi Bayar Pajak Tanah, Politikus Gerindra: Lucu, BPHTB Aja Bermasalah

PT Jakarta Propertindo atau Jakpro tengah terseret kasus dugaan korupsi pembayaran pajak tanah. Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra merespons.


PKB Sebut Maret Jadi Batas Waktu Penentuan Capres-Cawapres Koalisi KIR

3 hari lalu

PKB Sebut Maret Jadi Batas Waktu Penentuan Capres-Cawapres Koalisi KIR

Jazilul Fawaid mengatakan PKB bersama Partai Gerindra punya limitasi untuk menentukan capres dan cawapres pada Maret 2023


Ada Perjanjian Anies Baswedan dengan Prabowo, Gerindra: Bukan Konsumsi Publik

4 hari lalu

Ada Perjanjian Anies Baswedan dengan Prabowo, Gerindra: Bukan Konsumsi Publik

Politikus Gerindra Dasco membenarkan ada dokumen perjanjian antara Anies Baswedan dan Prabowo. Tapi ia menyebut bukan konsumsi publik.