Petugas Ambulans yang Ditembaki Gas Air Mata Dipulangkan, Kasus Naik Penyidikan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi ambulans yang ditembaki polisi dengan gas air mata saat demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja oleh Persaudaraan Alumni 212 Cs berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2020. Ambulans milik Team Rescue Ambulance Jakarta (TRAI) kini berada di Polda Metro Jaya. TEMPO/Yusuf

    Kondisi ambulans yang ditembaki polisi dengan gas air mata saat demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja oleh Persaudaraan Alumni 212 Cs berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2020. Ambulans milik Team Rescue Ambulance Jakarta (TRAI) kini berada di Polda Metro Jaya. TEMPO/Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas ambulans Team Rescue Ambulance Indonesia (TRAI) yang ditembaki gas air mata karena kabur saat demo 1310 telah dipulangkan oleh Polda Metro Jaya, hari ini. Namun Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan kasus dugaan petugas itu menyuplai batu bagi para perusuh sudah masuk tahap penyidikan.

    "Sambil menunggu tim penyidik melengkapi alat bukti, kita sudah menaikkan ke tingkat penyidikan, alat bukti tersebut untuk mengkonstruksikan pasal apa yang cocok dipersangkakan kepada mereka semua," kata Yusri di kantornya, Kamis, 14 Oktober 2020.

    Dari ambulans yang viral karena berusaha kabur saat akan diperiksa itu, polisi menangkap empat orang. Namun menurut Yusri, total ada 11 petugas diperiksa dari dua ambulans yang sempat ditahan oleh polisi.

    Yusri enggan menyebut instansi para petugas ambulans tersebut. Namun ambulans yang disita berstiker Team Rescue Ambulance Indonesia (TRAI) korwil Jakarta Raya. 

    Ambulans itu sempat ditembaki polisi dengan gas air mata di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Oktober 2020. Pada saat itu, sedang berlangsung demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja oleh Persaudaraan Alumni atau PA 212 dan kelompok antikomunis.

    Video penembakan ambulans tersebut viral di media sosial. Dalam video itu terlihat polisi selesai  memeriksa ambulans pertama dan bergerak ke ambulans kedua. Tiba-tiba ambulans itu bergerak mundur dengan kencang dan berusaha kabur. Polisi lantas menembakkan gas air mata ke arah ambulans itu. Mendadak pintu ambulans yang sedang berjalan kencang itu terbuka dan ada orang melompat dari dalam mobil.

    Baca juga: Ambulans Diserang Polisi Saat Aksi 1310, TRAJ: Kami Hanya Ingin Menolong     

    Polisi beralasan, tembakan gas air mata dilepaskan lantaran ambulans tersebut kabur saat diberhentikan. Langkah ambulans kabur tersebut lantas dinilai mencurigakan. Dari keterangan salah satu petugas ambulans yang ditangkap, ujar Yusri, ada dugaan mereka menyuplai logistik dan batu kepada para demonstran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.