Polisi Selidiki Kasus Penembakan di Tempat Hiburan Malam di Tangerang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Polsek Kelapa Dua menyelidiki kasus penembakan terhadap seorang pengunjung Viper cafe & resto di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

    "Terkait kejadian penembakan di wilayah Kelapa Dua, memang dinihari tadi ada kejadian tersebut. Kita sedang mendalami kejadian ini siapa pelakunya dan apa motifnya," kata Kapolsek Kelapa Dua, Ajun Komisaris Muharram Wibisono di kantornya, Kamis 16 Oktober 2020.

    Untuk dugaan pelaku, kata Muharram, polisi masih mendalami apakah benar anggota polisi atau hanya orang yang mengaku sebagai polisi.

    "Jadi ini masih proses penyelidikan yang tentunya kita harus mencari fakta di lapangan. Memang perlu diketahui Viper ini izinnya bar and lounge, khusus untuk tempat hiburan malamnya sedang tutup sedangkan restorannya buka sampai jam 20.00," ujarnya.

    Menurut Muharram, korban diketahui sebagai warga sipil. Dia menepis kabar yang menyebut korban adalah anggota TNI yang telah dipecat. 

    "Rekaman CCTV sudah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut, kasus ini sudah ditangani Satreskrim Polres Tangerang Selatan. Kami juga sudah memberikan garis polisi di depan tempat kejadian perkara," ungkapnya.

    Muharram tidak tahu pasti soal luka tembak yang dialami korban. Namun korban sedang menjalani perawatan akibat luka tembak itu.

    Baca juga: Ada Jenazah dengan Luka Tembak di Kelapa Gading, Polisi Periksa Lokasi

    Kapolsek Kelapa Dua menyesalkan ada tempat hiburan malam yang nekat buka saat PSBB di wilayahnya. Pelanggaran PSBB itu terungkap saat ada kasus penembakan di Viper Kafe dan Resto. 
    "Padahal selama PSBB ini, kita terus melakukan patroli tempat- tempat hiburan malam, saat berpatroli Viper itu tutup, ya banyak yang kucing- kucingan lah dengan kita," imbuhnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.