Relawan Pengubur Jenazah Covid-19 di Kota Depok Banyak yang Mundur, Sebab...

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penggali makam jenazah COVID-19 menurunkan peti ke dalam liang lahat di komplek pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta, 11 September 2020. Petugas penggali kubur untuk jenazah COVID-19, telah dibekali dengan baju hazmat, sanitizer, sarung tangan dan plastik steril. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

    Petugas penggali makam jenazah COVID-19 menurunkan peti ke dalam liang lahat di komplek pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta, 11 September 2020. Petugas penggali kubur untuk jenazah COVID-19, telah dibekali dengan baju hazmat, sanitizer, sarung tangan dan plastik steril. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

    TEMPO.CO, Depok - Relawan penguburan jenazah khusus Covid-19 di Kota Depok mengalami penyusutan jumlah. Hal itu diakui oleh Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Denny Romulo.

    Denny menyebut, dari total keseluruhan 36 relawan penguburan jenazah khusus Covid-19 di Kota Depok, kini hanya tersisa 11 orang, dengan rincian tujuh perempuan dan empat pria. “Banyak yang mengundurkan diri,” kata Denny kepada wartawan, Kamis 15 Oktober 2020.

    Baca Juga: Muhammadiyah Sesalkan Pemukulan Relawan Medis oleh Polisi Saat Aksi 1310

    Denny menduga mundurnya para relawan pemulasaraan jenazah itu karena tingginya resiko keselamatan diri hingga padatnya aktivitas. “Kerjanya ini harus standby 24 jam ya, juga harus mandiin jenazah, jadi (alasannya) ada yang kurang sehat, ada yang karena pekerjaannya responsif 24 jam,” kata dia.

    Ia menuturkan dengan menyusutnya jumlah relawan, maka hal ini jauh dari ideal. “Idealnya, satu kecamatan 5 orang lah. Tapi kan kita enggak bisa maksa orang, yang jelas kita masih buka (pendaftaran) untuk relawan pemulasaraan jenazah khusus Covid-19 ini,” ujarnya.

    Ia membantah tudingan para relawan ini tidak dibayar dalam melakukan tugasnya. Dalam setiap pengurusan jenazah, diberikan Rp 1,5 juta per 5 orang.“Ada mereka diberikan stimulan, setiap penanganan satu jenazah itu ada honor oleh kita dari APBD, per kejadian itu Rp 1,5 juta untuk 4 sampai 5 orang,” kata Denny.

    Namun, ia mengakui, para relawan ini tidak ada jaminan perlindungan diri dari pemerintah, “Itu dia yang lagi kita pikirin (Jaminan kesehatan), terima kasih masukannya ya,” kata dia.

    Untuk diketahui, data kasus Covid-19 di Kota Depok sampai dengan Kamis 15 Oktober 2020, terkonfirmasi positif telah mencapai 5.928 kasus, dengan rincian sembuh 4.364 orang, meninggal dunia 168 orang, dan kasus aktif 1.396 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.