Kecewa Hanya Ditemui Staf Khusus Milenial, BEM SI Janji Turun ke Jalan Lagi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengutus staf khususnya, Aminuddin Ma'ruf untuk menyerap aspirasi para demonstran yang berasal Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), yang menuntut dicabutnya UU Omnibus Law Cipta Kerja. Dok.Istimewa

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengutus staf khususnya, Aminuddin Ma'ruf untuk menyerap aspirasi para demonstran yang berasal Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), yang menuntut dicabutnya UU Omnibus Law Cipta Kerja. Dok.Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Wilayah BEM Jabodetabek-Banten Aliansi BEM Seluruh Indonesia atau BEM SI Bagas Maropindra mengaku kecewa mereka hanya ditemui oleh Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf, bukan oleh Presiden Jokowi sendiri.

    “Kembali yang menemui massa aksi bukan orang yang kami harapkan, melainkan Staf Khusus Milenial yang dirasa bukan representatif dari Presiden Republik Indonesia,” kata Bagas lewat rilis pers malam ini, Jumat, 16 Oktober 2020. Rilis tersebut juga ditandatangani oleh Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian.

    Dalam aksi yang digelar hari ini, BEM SI tak bisa mendekat ke Istana Merdeka. Namun demikian Presiden Joko Widodo mengutus Aminuddin Ma'ruf menemui mereka.

    "Iya, saya diminta (Presiden) untuk menemui adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya dan menerima pernyataan sikap dari teman-teman BEM SI yang nanti akan saya sampaikan ke Bapak Presiden," ujar Aminuddin saat dihubungi Tempo pada Jumat, 16 Oktober 2020.

    Menurut Aminuddin, pemerintah sangat terbuka membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat. "Pernyataan sikap dari BEM SI, Insya Allah akan saya sampaikan secara utuh, tidak kurang dan tidak lebih sedikit pun kepada Presiden," ujar bekas aktivis ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.