PSI Minta Pemprov DKI Beri Insentif ke Pengusaha Hotel, Restoran, dan Mal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Restoran di dalam mal juga masih dapat beroperasi  melayani pesan antar atau delivery kepada pelanggan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Restoran di dalam mal juga masih dapat beroperasi melayani pesan antar atau delivery kepada pelanggan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI DPRD DKI Jakarta meminta pemerintah DKI mengkaji pemberian insentif untuk pengusaha hotel, restoran, dan mal. Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza Prabowo menyebut, di tiga sektor ini, banyak karyawan terancam kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

    "Dari hari ke hari, semakin banyak restoran dan toko yang tutup di mal. Tingkat hunian hotel juga berkurang drastis," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Anthony menuturkan, tiga sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja. Dia mencatat ada sekitar 80 mal dengan 2 ribu karyawan di Ibu Kota. Jumlah itu, menurut dia, belum termasuk karyawan hotel, restoran, rumah makan, dan kafe di luar mal.

    Anggota Komisi C Bidang Keuangan ini menyampaikan beberapa opsi penyaluran insentif. Pertama, Pemprov DKI memberi keringanan atau pengurangan pajak dan retribusi.

    Dia membeberkan pajak yang berpengaruh misalnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan pajak parkir. Atau menetapkan pembayaran pajak dan retribusi dengan skema mencicil untuk menjaga arus kas tetap lancar.

    "Pemprov DKI juga bisa memberikan bantuan langsung bagi karyawan seperti BPJS kesehatan, Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT),” ucap dia.

    Pasien Covid-19 di Jakarta masih bertambah rata-rata seribu orang setiap harinya. Pemerintah DKI mencatat total akumulatif pasien mencapai 92.382 orang per 16 Oktober. Persentase pasien positif atau positivity rate secara total mencapai 8,3 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.