Wagub DKI Harap Pengembang HIMPERRA Bangun Hunian di Daerah Kumuh

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau longsor di Perumahan Melati Residence, Jakarta Selatan, 11 Oktober 2020. Longsor tebing perumahan tersebut menutup saluran PHB Kali Situ yang menyebabkan 300 rumah di bawahnya banjir. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau longsor di Perumahan Melati Residence, Jakarta Selatan, 11 Oktober 2020. Longsor tebing perumahan tersebut menutup saluran PHB Kali Situ yang menyebabkan 300 rumah di bawahnya banjir. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap pengembang yang tergabung dalam Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Jakarta dapat membangun hunian di daerah kumuh. Riza menuturkan banyak daerah kumuh, padat, dan tak sehat yang masih eksis di Ibu Kota.

    "Kami berharap para pengembang ke depan selain membangun di lahan kosong, harapan kami bisa membangun di daerah yang kumuh dan padat," kata Wagub DKI Riza Patria dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Baca Juga: Wagub DKI Sebut Pemprov Tak Kirim Surat ke Jokowi Soal Omnibus Law, Sebab...

    Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Daerah atau Musda I DPD HIMPERRA Jakarta di Hotel Pullman, Gondangdia, Jakarta Pusat hari ini. Menurut dia, keterbatasan dan tingginya harga lahan di Ibu Kota menyebabkan penyediaan hunian layak serta terjangkau minim.

    Tak hanya itu, dia melanjutkan, banyak juga permukiman dengan kualitas lingkungan yang kurang sehat dan kurang tertata baik. "Di Jakarta ini memang tidak ada pilihan selain kita membangun ke atas (vertikal)," ucap politikus Partai Gerindra ini.

    Dia juga mendorong hunian yang layak dan terjangkau dapat dibangun di lahan milik pemerintah DKI. Riza meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI untuk menelaah apakah bisa merelokasi sementara, membeli, atau bekerja sama dengan pemilik lahan di kawasan kumuh dan padat penduduk.

    "Untuk kemudian dibangun rusun ke atas agar itu lebih sehat. Supaya juga menambah ruang terbuka hijau dan fasos (fasilitas sosial) atau fasumnya (fasilitas umum) bertambah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin