Cai Changpan Ditemukan Tewas, Kakanwil Kemenkumham Apresiasi Kerja Polisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung warung makan di Tenjo membaca selebaran narapidana Cai Changpan kabur yang disebar polisi, Jumat 16 Oktober 2020. FOTO; AYU CIPTA I Tempo

    Pengunjung warung makan di Tenjo membaca selebaran narapidana Cai Changpan kabur yang disebar polisi, Jumat 16 Oktober 2020. FOTO; AYU CIPTA I Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Banten R. Andika Dwi Prasetya mengapresiasi kerja keras jajaran Kepolisian RI yang telah menemukan buron pelarian penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1Tangerang, Cai Changpan. "Atas nama Kakanwil Kemenkumham Banten menyampaikan terimakasih kepada Pak Kapolda Metro Jaya dan jajarannya, Kapolres Tangerang Kota dan jajarannya yang telah bersinergi mendukung penuh upaya pelacakan, pencarian untuk menangkap kembali napi yang lari itu," kata Andika dihubungi Tempo Sabtu malam 17 Oktober 2020.

    Ia bersyukur dengan ditemukannya buronan Cai walau dalam keadaan meninggal diduga bunuh diri. "Dengan ditemukannya buronan terhukum mati itu, tidak ada lagi spekulasi tentang pelarian ini yang bermacam-macam," kata Andika.

    Andika juga berharap pelarian Cai Changpan ini menjadi pelajaran bagi jajaran Lapas dan rumah tahanan dengan 2000-an penghuni itu. Sehingga ke depan lebih baik lagi dalam menjalankan fungsi pengamanan dengan pengawasan dan pengendalian maksimal sesuai standar operasional. "Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang kembali," kata Andika.

    Cai Changpan melarikan diri dari Lapas kelas 1 Tangerang pada 14 September 2020. Dia menggali terowongan sepanjang 30 meter. Sejak kabur petugas Lapas dikerahkan mencari Cai.

    Sebanyak 25 petugas Lapas Kelas 1 Tangerang juga bergabung dengan 60 anggota Polri terdiri Satuan Narkoba dan Satuan reserse kriminal serta Brimob Polda Metro Jaya memburu Cai alias Jong Fan di hutan Tenjo, Kabupaten Bogor.

    Pasukan berbaju preman ini dilengkapi senjata api dan empat anjing pelacak. Perburuan polisi di hutan Tenjo dilakukan sejak 22 September 2020 atau 26 hari hingga ditemukan gantung diri. Jago kungfu dan kuntao ini tewas setelah pelariannya selama 33 hari lamanya.

    Warga Fujian, Cina ber-kartu tanda penduduk (KTP) Desa Tunjung Teja Serang Banten dengan nama Indonesia Antoni itu ditemukan tewas gantung diri di gudang pembakaran ban di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 10.30.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin