Normalisasi Sungai, 25 KK di Bantaran Kali Rawa Rengas Direlokasi ke Rusun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP Jakarta Timur memberikan tanda silang pada sejumlah bangunan kosong yang ditinggal penghuni dalam proses relokasi program normalisasi Kali Rawa Rengas, Cakung Timur, Senin, 19 Oktober 2020. ANTARA/HO-Satpol PP Jaktim

    Petugas Satpol PP Jakarta Timur memberikan tanda silang pada sejumlah bangunan kosong yang ditinggal penghuni dalam proses relokasi program normalisasi Kali Rawa Rengas, Cakung Timur, Senin, 19 Oktober 2020. ANTARA/HO-Satpol PP Jaktim

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur merelokasi 25 kepala keluarga (KK) di bantaran Kali Rawa Rengas, Cakung Timur, Jakarta Timur, ke rumah susun (rusun) di kawasan tersebut, untuk kepentingan normalisasi sungai, Senin pagi, 19 Oktober 2020.

    "Kegiatan ini bukan penertiban, tapi operasi kemanusiaan untuk membantu pemindahan warga yang tadinya bermukim di bantaran kali langganan banjir, kita relokasi ke dua rusun, Rusun Rawa Bebek dan Rusun Albo Cakung Barat," kata Kasatpol PP Jaktim Budhy Novian, di Jakarta.

    Baca Juga: Tiga Tahun Anies Baswedan, PSI Catat 10 Poin Kemunduran DKI Jakarta

    Relokasi warga dilakukan oleh tim terpadu yang beranggotakan Satpol PP, Sudin Perhubungan, Sudin Sumber Daya Air, hingga aparatur kelurahan. Ada 18 rumah tempat tinggal yang dibangun menggunakan material permanen serta nonpermanen seperti triplek maupun bilik.

    Penghuni rumah diangkut menggunakan bus sekolah yang disediakan Sudin Perhubungan Jaktim menuju rusun, sementara perabotan diangkut oleh truk Satpol PP.

    Bangunan yang sudah dipastikan kosong diberi tanda oleh petugas Satpol PP untuk dirobohkan menggunakan alat berat. "Ini sudah tahap kedua, kemarin ada yang minta disegerakan (relokasi) pada Sabtu (17/10) ada lima kepala keluarga yang diminta direlokasi ke Rusun Rawa Bebek Pulogebang," katanya.

    Budhy menargetkan pembongkaran bangunan di bantaran sungai akan dilaksanakan paling lambat pada akhir Oktober 2020. "Dari informasi yang saya terima, pada awal November akan dilakukan penggalian untuk naturalisasi Kali Rawa Rengas," katanya.

    Kegiatan relokasi itu sempat diwarnai protes dari seorang warga yang mengaku sudah puluhan tahun menempati bangunan di lokasi itu. Pria bernama Mardali tersebut tidak setuju jika warga direlokasi sebab sudah turun temurun menempati lahan bantaran.

    Namun aksi itu tidak dihiraukan oleh petugas sebab yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan lahan. Ada pula warga yang secara sukarela membongkar bangunan rumah mereka dan tidak keberatan untuk direlokasi ke rusun.

    "Ya mau gimana lagi, setidaknya saya masih ada tempat buat tinggal," kata warga, Sugih.

    Wali Kota Administrasi Jakarta Timur M Anwar mengatakan normalisasi Kali Rawa Rengas merupakan pembenahan dalam rangka menanggulangi banjir saat musim penghujan.

    Bantaran sungai akan dikeruk dengan selebar 12 meter untuk menambah kapasitas tampung air dari kondisi sekarang yang sempit. "Luapan kali bisa bikin banjir 1,5 meter di bantaran. Kita normalisasi untuk penanggulangan banjirnya," katanya.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.