Saksi Sidang Kekerasan Seksual di Gereja Sebut Pelaku Temperamen dan Galak

Kumpulan orang tua Misdinar Gereja Herkulanus datangi PN Kelas IB Depok, kawal kasus kekerasan seksual terhadap putra altar gereja, Senin 12 Oktober 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

TEMPO.CO, Depok -Pengadilan Negeri Kelas I B Kota Depok kembali menggelar sidang ketiga kasus kekerasan seksual yang melibatkan mantan pengurus Gereja Paroki Santo Herkulanus Depok, Sahril Parlindungan Martinus Marbun, 45 tahun, pada Senin 19 Oktober 2020.

Kuasa hukum korban, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, ada empat orang saksi yang dihadirkan dalam sidang ketiga. “Saksinya dari Romo Gereja dan tiga orang korban,” kata Tigor di PN Kelas I B Depok, Senin 19 Oktober 2020.

Baca Juga: LPSK dan Komnas Perempuan Desak RUU PKS Jadi Prioritas Prolegnas 2021

Tigor mengatakan ini adalah saksi terakhir yang dihadirkan oleh pihaknya, setelah sebelumnya pada sidang kedua juga menghadirkan empat orang saksi.“Ini saksi terakhir kita, total ada 8 orang, untuk selanjutnya sidang dilanjutkan dengan saksi dari pelaku,” kata dia.

Sama seperti sidang hari sebelumnya, sidang dilaksanakan secara tertutup dan orang tua yang menamakan diri sebagai Keluarga Orang Tua Misdinar Gereja Herkulanus juga turut mengawal sidang.

Dalam pengakuannya, salah seorang saksi yang juga korban pelecehan, sebut saja Asisi, 25 tahun, menceritakan bagaimana kejadian tidak terpuji itu menimpa dirinya. “Kira-kira kejadiannya itu sekitar tahun 2007, waktu itu saya mau peralihan ke kelas VII SMP,” sebut Asisi.

Asisi mengatakan, saat itu ia bersama terdakwa dan temannya yang lain sedang menjalankan aktifitas di luar kegiatan gereja seperti makan, main atau nonton film.“Nah kebetulan setelah kegiatan itu, saya yang diantar terakhir oleh terdakwa,” kata dia.

Ia pun mengaku, saat itu bukannya diantar ke rumah ia malah diajak ke lingkungan kampus Universitas Indonesia. “Saya sih nggak ada pikiran macam-macam saat itu,” kata dia.






PGI Meminta Presiden Jokowi Beri Atensi pada Intolerasi Beragama yang Masih Terjadi

21 menit lalu

PGI Meminta Presiden Jokowi Beri Atensi pada Intolerasi Beragama yang Masih Terjadi

PGI meminta Presiden Joko Widodo memberikan atensi serius pada insiden diskriminasi dan pelarangan ibadah di berbagai daerah.


Wali Kota Depok Tak Hadir di Ombudsman, Tim Advokasi SDN Pondokcina 1 Malah Diminta Mediasi

1 jam lalu

Wali Kota Depok Tak Hadir di Ombudsman, Tim Advokasi SDN Pondokcina 1 Malah Diminta Mediasi

Tim Advokasi SDN Pondokcina 1 menyesalkan Wali Kota Depok tak hadir dalam proses klarifikasi di Ombudsman RI.


Orang Tua Siswa Cemas Pemkot Depok Tetap Menggusur SDN Pondokcina 1 Juni Nanti

5 jam lalu

Orang Tua Siswa Cemas Pemkot Depok Tetap Menggusur SDN Pondokcina 1 Juni Nanti

Perwakilan orang tua siswa SDN Pondokcina 1 Depok mengaku khawatir rencana penggusuran tetap dilakukan Pemkot Depok.


6 Fakta Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online di Bukit Cengkeh Depok

6 jam lalu

6 Fakta Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online di Bukit Cengkeh Depok

Kuasa hukum keluarga sopir taksi online itu menganggap perkara yang melibatkan anggota Densus 88 ini adalah suatu pembunuhan berencana.


Perlawanan Orang Tua Siswa SDN Pondokcina 1 Depok Berlanjut, Hari Ini Beri Klarifikasi ke Ombudsman

8 jam lalu

Perlawanan Orang Tua Siswa SDN Pondokcina 1 Depok Berlanjut, Hari Ini Beri Klarifikasi ke Ombudsman

Tim Advokasi SDN Pondokcina 1 mendampingi para orang tua untuk memberikan klarifikasi terhadap Ombudsman RI. Minta alihfungsi dibatalkan.


Gereja Bethesda Bantu Nahdliyin saat Harlah 1 Abad NU

10 jam lalu

Gereja Bethesda Bantu Nahdliyin saat Harlah 1 Abad NU

Nahdliyin yang menginap berasal dari sejumlah daerah. Menginap untuk hadir di Harlah 1 abad NU.


Polisi Ungkap Kendala Memburu Ibu Terduga Pelaku Penelantaran Anak di Depok

14 jam lalu

Polisi Ungkap Kendala Memburu Ibu Terduga Pelaku Penelantaran Anak di Depok

RV, 12 tahun, diduga menjadi korban penganiayaan dan penelantaran anak oleh ibunya sendiri. Ia ditemukan denan tubuh penuh luka


Anggota Densus 88 yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Ditangkap di Bekasi

1 hari lalu

Anggota Densus 88 yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Ditangkap di Bekasi

Bripda HS pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online di Depok ditangkap di Bekasi oleh kesatuannya sendiri, Densus 88 Antiteror.


Anggota Densus 88 Jadi Tersangka Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok

1 hari lalu

Anggota Densus 88 Jadi Tersangka Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok

Anggota Densus 88 yang membunuh sopir taksi online di Depok telah ditetapkan sebagai tersangka.


Korban Pembunuhan di Depok Diduga Sempat Antar Pelaku, Anggota Densus 88 Mengaku Tak Punya Uang

1 hari lalu

Korban Pembunuhan di Depok Diduga Sempat Antar Pelaku, Anggota Densus 88 Mengaku Tak Punya Uang

Korban pembunuhan di Depok sempat mengantarkan pelaku yang merupakan anggota Densus 88. Pelaku mengaku tak punya uang.