Kasus John Kei, Polisi Serahkan 7 Tersangka dan Barang Bukti ke Kejati DKI

Tersangka penyerangan terhadap kelompok Nus Kei dihadirkan saat rekonstruksi perencanaan penyerangan di kediaman John Kei di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, Senin, 6 Juli 2020. Penyerangan ini melukai seorang satpam dan pengemudi ojek online. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan polisi menyerahkan tujuh tersangka dan barang bukti kasus John Kei ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Senin petang, 19 Oktober 2020.  

Penyerahan disaksikan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nirwan Nawawi.

“Perlu dijelaskan di sini penyerahan tersangka dan barang bukti terkait dengan 7 tersangka adalah ini domain fokusnya pada TKP pertama yang di Kosambi, dengan korban inisial EW,” kata Calvijn ditemui seusai agenda penyerahan tersebut.

Baca Juga: Pengakuan John Kei Soal Penyebab Perkaranya: Nus Kei Pinjam Uang Rp 1 Miliar

Ia menyebutkan tujuh tersangka terdiri dari 5 eksekutor dan 2 aktor intelektual. "Termasuk di antaranya JK (John Kei) dan DF," kata Calvijn. 

Menurut dia penyerahan hari ini merupakan tahap kedua dari keseluruhan rangkaian penyerahan tersangka, setelah sebelumnya melimpahkan sebanyak 29 tersangka dan barang bukti. Terdapat total 37 tersangka, menurut Calvijn, dan saat ini masih ada 1 tersangka berinisial FR yang masih dalam proses penelitian jaksa.

Ia menjelaskan ada tiga TKP yang terkait dengan kasus pembunuhan berencana dan penganiayaan secara bersama yang mengakibatkan korban meninggal dunia yaitu Kosambi, Cluster Greenlake, serta Perumahan Titian Indah, Bekasi.

Terkait dengan TKP kedua, Calvijn menyatakan polisi sudah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi Tangerang Kota pada 19 Agustus 2020 dengan tersangka para anak buah John Kei yang melakukan penyerangan ke rumah Nus Kei di Cluster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

“Dan TKP ketiga di Perumahan Titian itu juga sudah dilakukan tahap dua di beberapa waktu yang lalu dan tambahan-tambahan pengembangan kasusnya.”

Tentang pasal yang dipersangkakan, Nirwan mengatakan ada beberapa yang akan didakwakan secara subsider ataupun kombinasi. “Di sini ada pasal 340, itu ancaman paling berat, setelah itu pasal 338, setelah itu 170 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam. Ini semua bergradasi [dakwaannya],” jelas Nirwan.

WINTANG WARASTRI | MARTHA WARTA






Daftar 5 Pelanggaran Anggota Densus 88 Sebelum Membunuh Sopir Taksi Online di Depok

1 jam lalu

Daftar 5 Pelanggaran Anggota Densus 88 Sebelum Membunuh Sopir Taksi Online di Depok

Anggota Densus 88 yang membunuh sopir taksi online pernah melakukan lima pelanggaran. Dia telah dihukum.


Kasus MH17, Penyelidik Hari Ini Ungkap Temuan Baru di Pengadilan Internasional

10 jam lalu

Kasus MH17, Penyelidik Hari Ini Ungkap Temuan Baru di Pengadilan Internasional

Para penyelidik internasional yang menyelidiki jatuhnya pesawat Malaysia Airlines Penerbangan 17 (MH17) akan ungkap kemungkinan tambahan tersangka


Kasus-Kasus yang Dibatalkan Status Tersangkanya

14 jam lalu

Kasus-Kasus yang Dibatalkan Status Tersangkanya

Status Muhammadiyah Hasya sebagai tersangka akhirnya dibatalkan oleh Polda Metro Jaya. Selain Hasya, polisi juga pernah membatalkan status tersangka dalam sejumlah kasus lainnya.


Anggota Densus 88 yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Ditangkap di Bekasi

1 hari lalu

Anggota Densus 88 yang Bunuh Sopir Taksi Online di Depok Ditangkap di Bekasi

Bripda HS pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online di Depok ditangkap di Bekasi oleh kesatuannya sendiri, Densus 88 Antiteror.


Korban Pembunuhan di Depok Diduga Sempat Antar Pelaku, Anggota Densus 88 Mengaku Tak Punya Uang

1 hari lalu

Korban Pembunuhan di Depok Diduga Sempat Antar Pelaku, Anggota Densus 88 Mengaku Tak Punya Uang

Korban pembunuhan di Depok sempat mengantarkan pelaku yang merupakan anggota Densus 88. Pelaku mengaku tak punya uang.


Sopir Taksi Online di Depok Dibunuh Anggota Densus 88, Istri Minta Diusut Tuntas

1 hari lalu

Sopir Taksi Online di Depok Dibunuh Anggota Densus 88, Istri Minta Diusut Tuntas

Anggota Densus 88 menjadi pelaku pembunuhan terhadap seorang sopir taksi online di Depok. Istri korban minta polisi mengusut tuntas kasus ini.


Polda Metro Benarkan Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok Anggota Densus 88

1 hari lalu

Polda Metro Benarkan Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok Anggota Densus 88

Polda Metro membenarkan pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online di Depok adalah polisi anggota Densus 88.


Hasil Rekonstruksi Kasus Tabrakan Mahasiswa UI: Ada Bukti Baru, Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka

1 hari lalu

Hasil Rekonstruksi Kasus Tabrakan Mahasiswa UI: Ada Bukti Baru, Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka

Polda Metro Jaya membeberkan hasil rekonstruksi kasus tabrakan mahasiswa UI. Hasilnya ditemukan bukti baru dan adanya kesalahan prosedur.


Ecky Mutilasi Mayat Angela Selama Seminggu di Apartemen Korban pada Agustus 2019

1 hari lalu

Ecky Mutilasi Mayat Angela Selama Seminggu di Apartemen Korban pada Agustus 2019

Ecky membunuh Angela pada Juni 2019 lalu memutilasinya dua bulan kemudian. Dilakukan di apartemen korban.


Siasat Pelaku Mutilasi di Bekasi Hilangkan Bau Busuk: Tabur Kopi hingga Nyalakan AC

1 hari lalu

Siasat Pelaku Mutilasi di Bekasi Hilangkan Bau Busuk: Tabur Kopi hingga Nyalakan AC

Pelaku mutilasi di Bekasi melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan bau busuk usai membunuh Angela Hindriati Wahyuningsih (54 tahun).