Polda Metro Jaya Akan Tangkap Terduga Penggerak Demonstrasi Siang Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemuda digelandang polisi saat aksi demonstrasi 1310 Omnibus Law di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.  Demonstrasi yang awalnya damai tiba-tiba menjadi ricuh setelah sekelompok pemuda menimpuki aparat kepolisian dengan batu dan botol. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Sejumlah pemuda digelandang polisi saat aksi demonstrasi 1310 Omnibus Law di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020. Demonstrasi yang awalnya damai tiba-tiba menjadi ricuh setelah sekelompok pemuda menimpuki aparat kepolisian dengan batu dan botol. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya akan kembali menangkap penggerak demonstrasi yang terbukti melakukan provokasi membuat kerusuhan hari ini, Selasa, 20 Oktober 2020. "Bakal ada lagi yang kami tangkap siang ini,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus pagi ini. 

    Polisi akan menangkap orang yang diduga provokator di media sosial. “Ini yang di medsos, ada aktornya. Kami tangkap, biar tahu." 

    Yusri menolak menjelaskan peran orang yang disebutnya dengan “para aktor” itu serta bukti keterlibatan mereka.

    Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga orang yang diduga memprovokasi pelajar di media sosial agar berbuat rusuh saat demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.  Dua pelajar SMK, MLAI dan WH yang masing-masing berusia 16 tahun ditangkap. Menurut Yusri, mereka adalah admin grup STM se-Jabodetabek dengan pengikut sebanyak 20 ribu. Grup ini berisi ajakan demonstrasi serta hasutan untuk melakukan kerusuhan. 

    Selain mereka berdua, polisi juga menangkap seorang pelajar lain, SN, 17 tahun, pemilik akun @panjang.umur.perlawanan di Instagram. Mereka bertiga diduga menyebarkan hasutan dan provokasi untuk melakukan kerusuhan dalam demonstrasi mahasiswa dan buruh pada 8 dan 13 Oktober 2020.

    Mereka diduga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik. “Mereka memprovokasi, ujaran kebencian, berita bohong, dan memposting undangan untuk anak-anak STM se-Jabodetabek hadir dalam demonstrasi," kata Yusri.  

    Sebelumnya di media sosial ramai beredar poster digital yang mengajak siswa STM untuk berunjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPR RI. Dalam poster berjudul "STM Bergerak #TOLAKOMNIBUSLAW #MOSITIDAKPERCAYA", para siswa diminta datang pada Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 13.00. Tagar #STMMELAWAN trending di media sosial Twitter. 

    Polda Metro Jaya melarang aksi itu sebagai tindak lanjut Surat Telegram Rahasia Kapolri Jenderal Idham Azis. Telegram Rahasia bernomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 per tanggal 2 Oktober 2020, Idham melarang unjuk rasa di tengah pandemi virus Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.