Polda Metro Jaya Siagakan 20 Ribu Personel untuk Jaga Demo UU Cipta Kerja

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian berjaga-jaga menjelang aksi demo di sekitar kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2020. Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan setahun dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Jokowi dan Ma'ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024 di Gedung MPR. TEMPO/Subekti.

    Petugas kepolisian berjaga-jaga menjelang aksi demo di sekitar kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2020. Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan setahun dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Jokowi dan Ma'ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024 di Gedung MPR. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya mengerahkan 20 ribu personel gabungan untuk menjaga demo mahasiswa BEM SI dan buruh menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

    "Pengamanan hari ini ada 10.587 personel. Tapi kami juga cadangkan 10 ribu personel gabungan di dua titik, yaitu di Monas dan satu di Gedung DPR," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Oktober 2020. 

    Yusri belum mendapat angka pasti berapa jumlah massa demonstrasi hari ini dari koordinator demo. Meskipun begitu, Polda Metro Jaya tetap melakukan pengamanan dengan menyiapkan ribuan personel dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi demo. 

    "Kami enggak mau underestimate, nanti akan melihat situasi yang ada, apa perlu menambah personel lagi untuk lapis kekuatan," kata Yusri. 

    Pada hari ini massa dari organisasi buruh, mahasiswa, kepemudaan, hingga organisasi masyarakat (ormas) di Jakarta dan sekitarnya akan demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Massa dijadwalkan berkumpul di kawasan Taman Pandang, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, pukul 10.00. 

    Salah satu organisasi yang akan melakukan demonstrasi adalah Gerakan Buruh Jakarta atau GEBRAK. Organisasi buruh ini menuntut Presiden Joko Widodo agar segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perpu atas UU Cipta Kerja. 

    Baca juga: Polda Metro Jaya Akan Tangkap Terduga Penggerak Demonstrasi Siang Ini

    “Kami minta aparat kepolisian tidak melakukan tindakan represif kembali kepada pedemo," kata Koordinator Aksi Gerakan Buruh Jakarta Supardi. 

    Pesan senada sebelumnya juga diungkapkan Koordinator Wilayah BEM Jabodetabek-Banten Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Bagas Maropindra. Ia mengecam tindakan represif aparat kepolisian kepada demonstran, juga berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.