Masuk Musim Hujan, Depok Siaga Antisipasi Potensi Bencana Banjir dan Longsor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir di Komplek Bumi Sawangan Indah, Duren Mekar, Kota Depok, Rabu 18 Maret 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Banjir di Komplek Bumi Sawangan Indah, Duren Mekar, Kota Depok, Rabu 18 Maret 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok - Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Depok mengantisipasi potensi bencana banjir dan longsor. Sejumlah langkah mitigasi dan penanggulangan bencana telah disiapkan.

    Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Denny Romulo Hutahuruk mengatakan terdapat 63 kelurahan rawan banjir di 11 kecamatan. Selain memantau tinggi air, Pemkot Depok juga terus memantau kondisi daerah rawan banjir tersebut. 

    "Semua sudah kami lakukan sejak awal musim hujan," katanya.

    Menurut Denny, pemerintah berkolaborasi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satuan Tugas Penanganan Banjir, sukarelawan, dan komunitas peduli lingkungan dalam menjalankan upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.

    Pemkot Depok juga memantau informasi cuaca dan kebencanaan dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat.

    Baca juga: Atasi Banjir di Green Garden, Jakarta Barat Bikin Kolakan

    Selama musim hujan ini, warga  Depok yang tinggal di bantaran kali dan daerah rawan banjir seperti Sawangan, Pangkalan Jati, dan Pondok Jaya diminta meningkatkan kewaspadaan.
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H