Temuan KPAI di Demo Omnibus Law: Banyak Anak Tak Patuh Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang diduga perusuh ditangkap oleh Kepolisian yang mencoba berbaur dengan massa elemen gabungan mahasiswa saat melakukan aksi demo di sekitar kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2020. Mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada 20, 21 dan 22 Oktober 2020. TEMPO/Subekti.

    Massa yang diduga perusuh ditangkap oleh Kepolisian yang mencoba berbaur dengan massa elemen gabungan mahasiswa saat melakukan aksi demo di sekitar kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2020. Mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada 20, 21 dan 22 Oktober 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - KPAI menemukan ratusan anak di bawah umur ikut dalam massa demo buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Patung Kuda Arjuna Wijaya kemarin. 

    Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Jasra Putra sengaja terjun ke lapangan untuk memantau jalannya demo di Patung Kuda Arjuna Wijaya pada Selasa kemarin.  

    "Ratusan anak ini diperkirakan dari berbagai macam tingkatan satuan pendidikan, mulai dari usia SMP, SMU dan SMK dan ada yang mengaku sudah tidak sekolah lagi," kata Jasra saat dihubungi, Rabu, 21 Oktober 2020. 

    Para pelajar tersebut, kata Jasra, berasal dari kawasan Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Jakarta. Mereka datang ke lokasi demonstrasi karena mendapat undangan dari media sosial dan penasaran dengan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

    Keterlibatan anak-anak di bawah umur itu disayangkan KPAI. Apa lagi, Jasra menemukan banyak anak-anak yang tak patuh dengan protokol kesehatan. Padahal, lokasi demonstrasi sangat rawan penularan Covid-19. 

    "Banyak anak-anak tidak memakai masker, menjaga jarak serta merokok. Kondisi ini menjadi kekhawatiran anak terpapar virus Covid-19 dan berpotensi menularkan kepada keluarga rentan di rumah," kata Jasra. 

    Dalam demo kemarin, Polda Metro Jaya menangkap sebanyak 171 pelajar yang diduga akan terlibat kerusuhan di demonstrasi tersebut. Jasra meminta agar para anak di bawah umur itu dipulangkan setelah diperiksa. 

    Baca juga: KPAI Temukan Pelajar yang Ikut Demo Omnibus Law Bosan dengan PJJ

    KPAI juga meminta agar kepolisian segera mengabarkan kepada orangtua mengenai kondisi anak-anak yang ditahan dalam demo itu. Hal itu agar para orangtua tidak kebingungan soal keberadaan anaknya. "Dalam proses penanganan, diupayakan penahanan anak adalah upaya terakhir, pemulangan kepada orang tua adalah upaya yang prioritas," ujar Jasra. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.