Dinas Kesehatan DKI Pecat Sopir Ambulans, Sejawat di PPAGD Demo di Balai Kota

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi ambulans yang ditembaki polisi dengan gas air mata saat demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja oleh Persaudaraan Alumni 212 Cs berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2020. Ambulans milik Team Rescue Ambulance Jakarta (TRAI) kini berada di Polda Metro Jaya. TEMPO/Yusuf

    Kondisi ambulans yang ditembaki polisi dengan gas air mata saat demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja oleh Persaudaraan Alumni 212 Cs berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2020. Ambulans milik Team Rescue Ambulance Jakarta (TRAI) kini berada di Polda Metro Jaya. TEMPO/Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -Puluhan anggota Pekumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar demo di depan Balai Kota DKI, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Koordinator aksi unjuk rasa pekerja AGD DKI, Abdul Adjis, mengatakan meminta Gubernur DKI Anies Baswedan untuk turun tangan membantu pekerja ambulans dalam membentuk serikat pekerja dan menghentikan pemberhentian pegawai.

    "Tolong dengarkan kami. Kami datang ke sini berharap pemerintah bisa mendengar tuntutan kami," kata Adjis di lokasi unjuk rasa.

    Baca juga : Demo BEM SI Tolak Omnibus Law di Patung Kuda, Ambulans Mulai Disiagakan di Lokasi

    Adjis menuntut Dinas Kesehatan DKI kembali mempekerjakan kembali tiga pegawai yang mengalami pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Ketiga pegawai tersebut adalah Hermansyah Tanjung yang menjabat Ketua Umum PPAGD, Mochamad Samsudin (Sekretaris Jenderal) dan Samsuludin ( pengurus).

    Dalam unjuk rasa hari ini, puluhan pekerja menuntut Anies Baswedan menemui mereka di Balai Kota. Puluhan pekerja tersebut juga sempat mendorong-dorong pagar Balai Kota untuk meminta petugas keamanan membukanya.

    Seorang sopir ambulans yang ikut aksi demo itu, mengatakan ikut aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap ketiga temannya yang dipecat. Pria yang telah enam tahun bertugas sebagai sopir ambulans ini mengatakan Dinas Kesehatan DKI harus kembali mempekerjakan ketiga temannya yang dipecat.

    "Kami akan terus berjuang agar teman kami bisa bekerja kembali."

    Menurut dia, pemecatan ketiga pegawai tersebut cukup aneh di tengah pandemi saat ini. Sopir ambulans, kata dia, merupakan garda terdepan dalam membantu petugas kesehatan menanggulangi wabah Covid-19. Namun, Pemerintah DKI kurang memperhatikan nasib para pekerjanya.

    "Iklim kerja juga tidak baik. Kami tidak diberikan kebebaskan untuk berpendapat dan berserikat juga," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Harian Covid-19, Hampir Tiap Bulan Rekor

    Pada 29 November 2020, Kasus Harian Covid-19 sebanyak 6.267 merupakan rekor baru dalam penambahan harian kasus akibat virus corona di Indonesia.