Penjambretan Ponsel di Kebayoran Lama, Polisi: Pelaku Mengaku Iseng

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjambretan. assettype.com

    Ilustrasi penjambretan. assettype.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga pelaku penjambretan ponsel seorang bocah di Jalan Seha 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ditangkap petugas Kepolisan Resor Jakarta Selatan Rabu malam, 21 Oktober 2020. Kepada polisi, ketiga pelaku yang masih di bawah umur itu mengaku melakukan aksi tersebut tanpa niat.

    "Motifnya karena iseng. Jadi mereka tujuannya jalan saja, bermain bersama temannya bertiga. Tapi pada saat di jalan lihat anak kecil bawa handphone, mereka bertiga langsung ada niat ambil handphone korban," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Budi Sartono, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Apes bagi ketiga pelaku, aksi iseng mereka terekam kamera CCTV dan nomor plat motor mereka terlihat jelas. Video itu pun viral di media sosial dan membuat ketiga pelaku yang berinisial RN, MM, dan NY ketakutan.

    Ketiga remaja tanggung itu kemudian memutuskan untuk pergi dari rumahnya dan bersembunyi di Puri Beta, Tangerang. Polisi sempat mendatangi rumah mereka yang saling berdekatan, namun para tersangka tidak ada.

    "Untuk hilangkan barang bukti karena nomor platnya teridentifikasi, motor sempat dilempar ke temannya," kata Budi.

    Polisi akhirnya menangkap para pelaku pada Selasa malam pukul 23.00 WIB di Tangerang. Dari tangan mereka, polisi menyita ponsel hasil penjambretan yang belum sempat dijual.

    Meskipun mengaku iseng dan tak ada niat, Budi memastikan ketiga remaja tersebut tetap diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Mereka terancam terjerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun.

    Kasus penjambretan terhadap bocah di Kebayoran Lama itu viral di media sosial setelah diunggah oleh akun @jakfoni. Dalam video berdurasi satu menit, nampak korban yang masih berusia sekitar sembilan tahun sedang bermain ponsel di pinggir jalan sendirian. Ia bahkan berjalan sambil menatap ponsel dan tak memerhatikan kondisi sekitar.

    Hal ini kemudian dimanfaatkan tiga pelaku yang menaiki sepeda motor Yamaha Nmax bernomor polisi B-6717-VRW. Mereka menjambret ponsel korban dan langsung tancap gas. Kondisi jalan yang sepi membuat tak ada orang yang bisa menolong korban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.