Kabupaten Bekasi Tetapkan 20 katagori Penerima Vaksin COVID-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ilustrasi vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi menetapkan 20 kategori yang menjadi sasaran prioritas penerima vaksin COVID-19 tahap pertama pada November 2020. Penetapan itu menyusul alokasi penerima vaksin COVID-19 yang didapat Kabupaten Bekasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 487.882 vaksin pada tahap pertama.

    "Sebanyak 91 persen lebih penerima vaksin dari kategori karyawan perusahaan dan penduduk di tempat berisiko," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Alamsyah menjelaskan dari total 487.882 orang yang direncanakan mendapat bantuan suntik vaksin COVID-19 tahap pertama itu, 234.546 orang di antaranya berasal dari kategori penduduk di tempat berisiko. Sedangkan 212.454 orang lainnya merupakan warga yang karyawan perusahaan, lalu 12 ribu tenaga pendidikan di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

    Tenaga kesehatan rumah sakit dengan alokasi penerima sebanyak 8.552 orang. Tenaga medis lainnya juga mendapat alokasi ini dengan rincian 2.758 orang tenaga kesehatan klinik, 2.205 tenaga kesehatan di Puskesmas, serta 500 orang dari tenaga kesehatan lainnya atau swasta murni," kata dia.

    Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mendapat alokasi vaksin dengan jumlah penerima 4.000 orang, sebanyak 1.610 orang yang bekerja di kantor kecamatan juga mendapat bantuan vaksin serupa. Sebanyak 5.610 orang yang bekerja sebagai aparatur desa dan kelurahan juga mendapat vaksinasi.

    Sejumlah instansi vertikal yang mendapat alokasi vaksin di antaranya 153 orang tenaga Palang Merah Indonesia (PMI), 600 prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0509, 1.603 anggota Kepolisian Resor Bekasi, serta 27 pegawai pengadilan agama.

    Kemudian 80 pegawai kejaksaan, 50 pegawai pengadilan negeri, 50 orang di DPRD, 834 pegawai kementerian agama, 150 orang di instansi BPJS, serta 100 orang pegawai PDAM Tirta Bhagasasi. "Kami masih menunggu arahan selanjutnya dari pusat soal pemberian vaksin ini.” Untuk vaksinasi secara massal Bekasi menyiapkan 44 puskesmas serta sarana kesehatan lainnya seperti klinik dan rumah sakit.

    Alamsyah berharap pelaksanaan vaksinasi secara massal ini mampu menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di wilayahnya sekaligus menjadi solusi efektif penanganan virus Corona menuju tatanan adaptasi kebiasaan baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.