Belum Ada Laporan Resmi Soal Begal Sepeda, Polisi: Tetap Kami Ungkap

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berolahraga saat masa PSBB Transisi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Ahad, 18 Oktober 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga berolahraga saat masa PSBB Transisi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Ahad, 18 Oktober 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Antonius Agus Rahmanto mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan polisi (LP) yang dibuat oleh korban begal sepeda di wilayahnya. Karena itu, polisi tidak mengetahui persis jumlah korban kejahatan ini, seperti yang dialami oleh aktor Anjasmara Prasetya.

    "Sampai sekarang belum ada LP, baik di tingkat Polsek maupun Polres. Tetapi kami tidak menampik bahwa memang ada kejadian," kata Antonius saat dihubungi pada Jumat, 23 Oktober 2020.

    Antonius berujar, polisi masih mengumpulkan keterangan dari beberapa orang terkait kasus begal sepeda. Di samping itu, Polres Metro Jakarta Selatan dan jajarannya juga sudah membuat dua Satuan Tugas atau Satgas. Tim pertama bertugas untuk pencegahan.

    "Satgas satu lagi untuk mengungkap," kata Antonius.

    Sebelumnya, kasus begal sepeda kembali viral setelah aktor Anjasmara menjadi korbannya. Informasi ini dikabarkan oleh putrinya, Amanda Annete di media sosial. Dalam video di Instagram, aktor film Si Cecep itu mengatakan bahwa peristiwa yang menimpanya terjadi pada Senin kemarin, sekitar pukul 07.30.

    "Dia pegang-pegang baju gue, ngapain nih orang pegang baju gue. Astaga, kayanya mau ambil handphone, gue baru sadar," ujar Anjasmara dalam video tersebut.

    Sadar sedang menjadi korban begal, Anjasmara kemudian berusaha memukul pelaku yang saat itu berada di atas motor dengan tangan kiri. Namun aksi tersebut justru membuatnya terjatuh dari sepeda. Akibatnya pundak kirinya terluka hingga harus diperban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.