Begal Sepeda, Polisi: Beraksi Pagi Hari di Jalan Protokol

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepeda. REUTERS/Yorgos Karahalis

    Ilustrasi sepeda. REUTERS/Yorgos Karahalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Antonius Agus Rahmanto mengatakan pola begal sepeda yang akhir-akhir ini terjadi di Ibu Kota tergolong cukup sederhana.

    "Kejadiannya semua pagi dan di jalan protokol yang warga DKI pada naik sepeda," kata Antonius saat dihubungi, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Menurut Antonius, kejahatan ini juga mulai muncul berbarengan dengan tren bersepeda warga DKI di saat pandemi Covid-19. Namun menurut dia, para pelaku sejauh ini tidak terdeteksi mengincar sepeda-sepeda khusus milik korbannya.

    "Mungkin ini dari pandangan pelaku, mereka melihat ini (pesepeda) orang yang berada, karena mungkin dari aksesori yang dipakai. Itu mungkin jadi acuan," kata dia.

    Antonius mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima Polres Metro Jakarta Selatan dan jajarannya dari para korban begal sepeda. Namun, dia tidak menampik bahwa kejahatan tersebut memang terjadi. Karena itu, polisi telah membentuk dua Satgas, yang bertugas mencegah dan mengungkap.

    Sebelumnya, kasus begal sepeda kembali viral setelah aktor Anjasmara Prasetya menjadi korbannya. Informasi ini dikabarkan oleh putrinya, Amanda Annete di media sosial. Dalam video di Instagram, aktor film Si Cecep itu mengatakan bahwa peristiwa yang menimpanya terjadi pada Senin kemarin, sekitar pukul 07.30.

    "Dia pegang-pegang baju gue, ngapain nih orang pegang baju gue. Astaga, kayanya mau ambil handphone, gue baru sadar," ujar Anjasmara dalam video tersebut.

    Sadar sedang menjadi korban begal, Anjasmara kemudian berusaha memukul pelaku yang saat itu berada di atas motor dengan tangan kiri. Namun aksi tersebut justru membuatnya terjatuh dari sepeda. Akibatnya pundak kirinya terluka hingga harus diperban


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.