Pasien Positif Covid-19 DKI Tambah 952 Orang, Total Kasus Hampir Tembus 100 Ribu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien positif Covid-19 di Jakarta bertambah lagi 952 orang pada hari ini Jumat, 23 Oktober 2020. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebut angka itu terdiri dari 852 kasus yang baru dites swab PCR hari ini. Sementara 100 kasus merupakan data positif corona sebelumnya.

    "Total penambahan kasus positif sebanyak 952 kasus lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 100 kasus dari 21 Oktober yang baru dilaporkan," kata dia dalam keterangan tertulisnya hari ini.

    Dwi menuturkan, 10.590 orang mengikuti tes PCR hari ini. Dari angka itu, 8.472 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru. Hasilnya 852 positif dan 7.620 negatif.

    Sementara total pasien positif Covid-19 Jakarta secara keseluruhan hingga hari ini mencapai 99.158 orang. Dari angka itu, Dwi merinci, 12.590 pasien positif masih dirawat atau isolasi, 2.138 meninggal, dan 84.430 orang dinyatakan sembuh.

    Dengan begitu, menurut dia, tingkat kesembuhan pasien 85,1 persen dan kematian 2,2 persen. Untuk persentase pasien positif atau positivity rate Covid-19 Jakarta masih di atas standar World Health Organization yang tak boleh lebih dari lima persen.

    "Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,5 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,4 persen," jelas dia.

    Jumlah pasien positif Covid-19 di Ibu Kota tak kunjung menurun signifikan mengingat angka penambahan rata-rata 800-1.000 orang per hari. Padahal, Gubernur DKI Anies Baswedan telah memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 14 September 2020.

    Anies melonggarkan lagi PSBB, yang berarti Jakarta kembali ke masa transisi, berlaku sejak 12 Oktober sampai 25 Oktober 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.