FKM UI Prediksi Covid-19 di Jakarta Melandai Awal 2022, Akhir Tahun Ini Memuncak

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan tes usap antigen pada salah satu karyawan di laboratorium mini di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jakarta, Jumat 16 Oktober 2020. Layanan laboratorium mini tes usap antigen yang menyasar pegawai BPKP, auditor, dan tamu pimpinan BPKP tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan terhadap pegawai dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Petugas melakukan tes usap antigen pada salah satu karyawan di laboratorium mini di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jakarta, Jumat 16 Oktober 2020. Layanan laboratorium mini tes usap antigen yang menyasar pegawai BPKP, auditor, dan tamu pimpinan BPKP tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan terhadap pegawai dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Peneliti Pemodelan Covid-19 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia memprediksi wabah virus corona baru melandai pada awal tahun 2022. Anggota Tim Peneliti Pemodelan Covid-19 FKM UI Iwan Ariawan mengatakan masyarakat harus siap untuk hidup bersama dengan Covid-19 hingga tahun 2021 karena diperkirakan belum bisa terkendali.

    "Hasil pemodelan yang kami kaji wabah baru bisa terkendali pada akhir 2021 atau awal 2022," kata Iwan dalam diskusi daring, Jumat 23 Oktober 2020.

    Dalam pemodelan kasus di DKI Jakarta misalnya, jika pemerintah melakukan kebijakan yang tepat puncak wabah bakal terjadi menjelang akhir tahun 2020 dengan jumlah kasus harian mencapai berkisar 1.800 kasus per hari. "Ini dalam artian warga patuh terhadap protokol kesehatan dan pemerintah menerapkan tes, lacak dan isolasi dengan baik."

    Dengan kebijakan yang tepat, wabah akan mulai melandai pada awal tahun depan. Sedangkan jika pemerintah masih menerapkan PSBB Transisi seperti saat ini puncak wabah juga diperkirakan akan terjadi menjelang akhir tahun dengan kasus harian bisa menyentuh 2.500 kasus per hari.

    "Wabah juga akan mulai melandai pada awal tahun depan," ujarnya.

    Jika pemerintah tidak melakukan intervensi dengan baik dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan semakin abai maka puncak wabah bisa menyentuh di atas 3.000 kasus per hari. Wabah pun mulai melandai dalam kondisi tersebut pada awal tahun.

    "Risikonya tingkat kematian juga bakal semakin tinggi," kata Iwan. 

    Sedangkan untuk pemodelan kasus Indonesia, puncak wabah akan terjadi pada awal tahun depan. Jika pemerintah melakukan pembatasan dengan baik maka puncak wabah bakal bertambah sekitar 2.300 kasus per hari.

    Baca juga: Wagub DKI Ingatkan PSBB Transisi Bisa Tingkatkan Kasus Covid-19

    Namun jika pemerintah tetap mempertahankan masa transisi maka puncaknya bakal terjadi penambahan kasus lebih dari 4.000 kasus per hari. Sedangkan jika intervensi dan kepatuhan masyarakat minim terhadap protokol kesehatan puncak wabah bakal menyentuh di atas 6.000 kasus per hari pada awal tahun depan.

    Wabah Covid-19 baru bakal melandai di Indonesia pada pertengahan tahun depan. "Proses pengendalian wabah ini sangat bergantung pada kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan dan pemerintah menerapkan tes, lacak dan isolasi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Barang Edhy Prabowo yang Disita dan Mereka yang Terseret OTT

    Sejumlah barang disita dalam operasi tangkap tangan KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Total nilainya mencapai miliaran rupiah.