Banjir 175 Sentimeter di Kampung Melayu, 1.171 Jiwa Harus Mengungsi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir setinggi 175 sentimeter di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Ahad pagi, 25 Oktober 2020. Dokumentasi Sudin Damkar Jakarta Timur

    Banjir setinggi 175 sentimeter di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Ahad pagi, 25 Oktober 2020. Dokumentasi Sudin Damkar Jakarta Timur

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir setinggi 175 sentimeter yang sempat meredam perkampungan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Minggu pagi, membuat 705 KK terdampak. Kepala Seksi Operasional Sudin Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengatakan para korban berasal dari dua RW, yaitu RW 05 dan RW 07.

    Total jumlah korban kurang lebih 1.171 orang harus mengungsi akibat insiden itu. "Data lengkapnya di RW 05 berdampak di 3 RT dan RW 07 di 10 RT," ujar Gatot saat dihubungi Tempo, Minggu, 25 Oktober 2020. 

    Baca Juga: Semakin Luas, Jumlah RT di Jakarta yang Terendam Banjir Bertambah

    Gatot mengatakan menjelang siang kondisinya sudah mulai membaik. Sebab tinggi air sudah mulai berkurang dan kini tinggal setinggi 40 sentimeter saja.

    Banjir di Kebon Pala diakibatkan luapan dari Kali Ciliwung yang melintas di kawasan tersebut. Hal ini membuat warga terpaksa mengungsi dari sana.

    Pagi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 72 RT yang tergenang banjir di wilayah Jakarta. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta M. Insaf mengatakan banjir diakibatkan kiriman.

    Insaf mengatakan hujan deras di daerah Bogor mengakibatkan tinggi permukaan air di Bendung Katulampa meningkat. Akibatnya, sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir.

    Selain Jakarta, wilayah Bekasi juga diterpa musibah banjir. Di Perumahan Vila Nusa Indah 1, 2, dan Bumi Mutiara Desa Bojongkulur, di pinggiran Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Kota Bekasi pada Sabtu malam, 24 Oktober 2020 hingga Ahad pagi ini, ada 22 RW dengan 5.500 KK, 22.000 jiwa yang jadi korban banjir. 

    "150 jiwa sudah dievakuasi," kata Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas, Puarman yang memantau banjir Bekasi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.