Libur Panjang Maulid Nabi, Begini Antisipasi Lonjakan Pengunjung ke Puncak Bogor

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 22 Agustus 2020. Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 22 Agustus 2020. Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta -Menjelang libur panjang Maulid Nabi, Pemerintah Kabupaten Bogor memperketat penerapan protokol kesehatan terutama bagi para pelancong ke kawasan Puncak, Cisarua.

    Kepala Satuan Pol-PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, mengatakan bersama TNI dan Polri, pihaknya melakukan penyekatan di semua pintu masuk menuju Puncak. Jika ada yang kedapatan melanggar aturan PSBB maka akan diputarbalikan. "Termasuk yang tidak berkepentingan ke Puncak kita putar balikan juga," kata Agus kepada Tempo di simpang Gadog, Ciawi, Minggu, 25 Oktober 2020.

    Baca Juga: Atur Lalu Lintas Libur Panjang Pekan Depan, Polda Metro Siagakan 16 Pos Pengaman

    Agus mengatakan penyekatan sudah dilakukan sejak Sabtu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung ke Puncak pada libur panjang pekan depan. Ia sudah berkoordinasi dengan kepolisian, jika kawasan Puncak sudah penuh pengunjung sesuai dengan ketentuan Perbup tentang PSBB, maka kendaraan yang menuju puncak akan disetop di pintu masuk Gadog dan lainnya. "Kalaupun tidak, kita akan minta mereka untuk balik kanan. Jadi tidak hanya disetop," kata Agus.

    Selain penyekatan di pintu-pintu masuk ke kawasan Puncak, ia juga mengatakan akan melakukan razia mobile ke tempat-tempat pariwisata. Juga termasuk villa-villa yang ada di puncak, sebab hingga saat ini villa pribadi tetap tidak diperbolehkan untuk disewakan kepada pihak atau warga lainnya. Jika kedapatan disewakan, maka penyewa dipulangkan segera. "Sebagaimana ketentuan, kita akan beri sanksi pemiliknya dan villanya akan kita segel sementara," kata Agus.

    Wakil Ketua II Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, mengatakan semua pengelola hotel atau pelaku usaha di kawasan puncak yang tergabung PHRI sudah melakukan dan disiplin protokol kesehatan. Mulai dari memperbanyak tempat cuci tangan, mengurangi jam operasional, mengurangi keterisian kamar dan lain sebagainya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.