Libur Panjang, Pengelola Terminal Kampung Rambutan: Penumpang Naik 50 Persen

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang memasuki bus Antar Kota antar Propinsi (AKAP) setelah pemberitahuan larangan mudik di terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Pemerintah resmi melarang warga mudik Lebaran ke kampung halaman demi mencegah pandemi virus corona (covid-19) yang berlaku secara efektif pada Jumat, 24 April 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Penumpang memasuki bus Antar Kota antar Propinsi (AKAP) setelah pemberitahuan larangan mudik di terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Pemerintah resmi melarang warga mudik Lebaran ke kampung halaman demi mencegah pandemi virus corona (covid-19) yang berlaku secara efektif pada Jumat, 24 April 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengelola Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, melaporkan jumlah penumpang ke luar Jakarta sebelum libur panjang meningkat sekitar 50 persen dibanding hari biasa. Yakni pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB transisi, Senin, 26 Oktober 2020.

    "Peningkatannya sekitar 50 persen, tapi kalau dibandingkan hari normal sebelum pandemi Covid-19, itu masih di bawah," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni ,di Jakarta.

    Jhoni mengatakan jumlah normal penumpang pada saat PSBB sebanyak 2.000 hingga 2.500 orang.

    Sedangkan jumlah penumpang tertinggi selama pandemi Covid-19 berkisar 5.000 orang yang terjadi saat libur panjang perayaan Idul Adha 2020.

    Sedangkan data terakhir pada Ahad lalu jumlah penumpang yang diberangkatkan berkisar 800 orang dengan tujuan Provinsi Jawa Barat di antaranya Tasik, Cianjur dan Garut.

    Hingga Senin pukul 10.00 WIB situasi penumpang di Terminal Kampung Rambutan relatif sepi.

    Baca juga : Cerita Penumpang Ramai Rapid Test di Stasiun KA Menjelang Libur Panjang

    "Hari ini belum terlihat atau mungkin besok, karena selama COVID-19 adanya libur panjang, memang sih ada peningkatan. Cuma kalau lonjakan tidak ada," katanya.

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi arus lalu lintas pada libur panjang Maulid Nabi Muhammad pada periode 28 Oktober - 1 November 2020, naik 10-20 persen.

    Kenaikan itu merupakan prediksi akumulatif dari semua moda angkutan baik darat, udara, laut, dan perkeretaapian.

    "Kami prediksi bahwa adanya kegiatan liburan ini ada kenaikan sekitar 10 persen-20 persen dalam libur panjang. Jumlahnya mungkin tidak signifikan kalau secara akumulatif, tapi pergerakan itu dilakukan saudara-saudara kita menumpuk di satu hari mereka ingin pulang cepat," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers 'Upaya Kemenhub Mengantisipasi Libur Panjang Akhir Oktober 2020', Jumat pekan lalu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?