Terduga Begal Sepeda Kolonel Marinir Pangestu Berjumlah Empat Orang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepeda. REUTERS/Yorgos Karahalis

    Ilustrasi sepeda. REUTERS/Yorgos Karahalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah terduga begal sepeda terhadap TNI Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko bertambah dua orang. Sebelumnya, polisi menduga jumlah jumlah pelaku dari kasus itu hanya dua orang saja.

    "Setelah kami cek CCTV, ternyata ada dua sepeda motor dengan 4 orang saling berboncengan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Baca Juga: Kolonel Marinir Jadi Korban Percobaan Begal Sepeda

    Dalam rekaman CCTV yang diperlihatkan Yusri, nampak empat pelaku saling berboncengan sepeda motor dengan memakai helm dan masker. Sebelum menjambret, keempatnya terlihat sudah membututi korban yang sedang bersepeda di Jalan Merdeka Barat arah ke Bundaran HI.

    "Jadi mereka memang sudah niat melakukan begal," ujar Yusri.

    Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal saat sedang bersepeda dari rumahnya di Cilandak ke kantornya di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat atau tepat di seberang Kementerian Pertahanan pada Senin pagi sekitar pukul 06.45 WIB.

    Ketika tiba dekat tangga penyeberangan, para pelaku memepet korban menggunakan sepeda motor dan mencoba mengambil tas yang ia kenakan, namun gagal karena Pangestu langsung refleks mempertahankan tasnya. 

    Hal ini membuat ia terjatuh dari sepeda dan mengalami luka robek di pelipis kiri dan memar di kepala bagian belakang. Melihat korbannya jatuh, para pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke arah Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Sementara Pangestu langsung dibawa ke RS Angkatan Laut oleh anggota polisi jaga Polda Metro Jaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.