Kolonel Marinir Jadi Korban Begal Sepeda, Polisi Periksa Tiga Saksi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal sepeda. Pixabay

    Ilustrasi begal sepeda. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya memeriksa tiga saksi dalam kasus begal sepeda terhadap anggota TNI Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan perwira TNI itu menjadi korban begal saat bersepeda di Jalan Medan Merdeka Barat depan Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin lalu.

    "Sudah ada tiga saksi yang diperiksa. Semuanya warga sipil," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Yusri mengatakan tim penyidik juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan sementara, timnya menemukan fakta baru bahwa pelaku begal yang kerap mengincar pesepeda itu berjumlah empat orang.

    "Sedang kami kumpulkan CCTV lainnya untuk mencari petunjuk lebih lanjut," kata Yusri.

    Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal saat sedang bersepeda dari rumahnya di Cilandak menuju ke kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, pada Senin pagi sekitar pukul 06.45.

    Ketika tiba dekat tangga penyeberangan, para pelaku memepet korban menggunakan sepeda motor dan mencoba mengambil tas yang ia kenakan. Upaya begal sepeda itu gagal karena Pangestu langsung mempertahankan tasnya. 

    Baca juga: Kolonel Marinir Jadi Korban Percobaan Begal Sepeda

    Akan tetapi Pangestu terjatuh dari sepeda saat mempertahankan tasnya. Anggota marinir itu mengalami luka robek di pelipis kiri dan memar di kepala bagian belakang.

    Melihat korbannya jatuh, para pelaku begal sepeda langsung tancap gas melarikan diri ke arah Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Sementara Pangestu langsung dibawa ke RS Angkatan Laut oleh anggota polisi jaga Polda Metro Jaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.