Puluhan Orang Demo Tuntut Anies Baswedan Turun: Tidak Mensejahterakan Rakyat

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan massa yang menamakan diri Gerakan Jaga Indonesia berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, 28 Oktober 2020. Mereka menuntut Gubernur DKI Anies Baswedan turun dari jabatannya karena kebijakannya kerap bersebrangan dengan pemerintah pusat. Tempo/Imam Hamdi

    Puluhan massa yang menamakan diri Gerakan Jaga Indonesia berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, 28 Oktober 2020. Mereka menuntut Gubernur DKI Anies Baswedan turun dari jabatannya karena kebijakannya kerap bersebrangan dengan pemerintah pusat. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Puluhan orang massa Gerakan Jaga Indonesia berunjuk rasa di depan gerbang Balai Kota DKI pada Rabu, 28 Oktober 2020, menuntut Gubernur Anies Baswedan  turun dari jabatannya.

    "Kami menuntut Anies turun dari jabatannya karena tidak mensejahterakan rakyat," kata Sekretaris Gerakan Jaga Indonesia DKI Aldi Nababan.

    Menurut dia, kebijakan Anies juga kerap bertentangan dengan pemerintah pusat. Saat demo besar-besaran menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang ingin dicegah pamerintah, justru Anies hadir di tengah massa. "Anies masuk ke tengah-tengah pertempuran. Bahkan anak-anak yang harusnya sekolah dibolehkan demo," ujarnya.

    Baca juga : Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Anies Baswedan: Awas 4.689 Klaster Keluarga 

    Selain itu, selama masa unjuk rasa ini Anies Baswedan terkesan mendukung gerakan massa yang melakukan aksi di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan lain Anies yang juga menyusahkan warga adalah penyelenggaraan Formula E dan penanganan banjir yang tidak pernah selesai. "Kami akan terus demo sampai Anies lengser. Tuntutan kami tetap Anies turun dan diadili."

    Tempo mencoba bertanya kepada massa yang ikut berunjuk rasa. Saat ditanya apa tuntutannya, seorang di antara massa yang berunjuk rasa tidak tahu tuntutannya.

    Perempuan paruh baya tersebut hanya menyatakan kesalahan Anies Baswedan cukup banyak. "Kesalahannya banyak," kata wanita itu tanpa bisa menjelaskan.

    Saat masih dikonfirmasi soal tuntutannya, seorang lainnya dari massa Gerakan Jaga Indonesia menghampiri wartawan. Orang tersebut melarang wartawan bertanya kepada massa yang ikut berunjuk rasa. "Jangan tanya massa yang ini. Langsung tanya koordinatornya saja."

    Wanita yang melarang wartawan mewawancarai massa tersebut pun memberi tahu kepada pendemo untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.