Bogor Siapkan 3.000 Alat Rapid Test Untuk Periksa Wisatawan di Kawasan Puncak

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan mendata warga yang tidak menggunakan masker saat melakukan pembatasan kendaraan dan operasi masker di Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 29 Oktober 2020. Operasi tersebut dilakukan untuk melakukan pembatasan pengunjung sebesar 50 persen di kawasan wisata Puncak, Bogor sebagai upaya mencegah membludaknya pengunjung. Serta melakukan operasi masker sebagai peningkatan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan memberikan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas gabungan mendata warga yang tidak menggunakan masker saat melakukan pembatasan kendaraan dan operasi masker di Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 29 Oktober 2020. Operasi tersebut dilakukan untuk melakukan pembatasan pengunjung sebesar 50 persen di kawasan wisata Puncak, Bogor sebagai upaya mencegah membludaknya pengunjung. Serta melakukan operasi masker sebagai peningkatan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan memberikan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan 3.000 alat rapid test untuk memeriksa wisatawan yang mendatangi kawasan Puncak, Cisarua. Tes cepat Covid-19 bakal dilaksanakan secara acak di tempat wisata kawasan Kota Hujan itu pada Kamis, 29 Oktober 2020.

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan prioritas rapid test untuk mereka yang tidak menerapkan protokol kesehatan. "Tapi bukan yang tidak pakai protokol kesehatan saja. Intinya secara acak, terutama yang datang dari luar Bogor untuk memastikan Puncak aman dari penyebaran Covid-19," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis siang.

    Dengan rapid test ini, Kabupaten Bogor berharap wisatawan yang datang menghabiskan libur panjang Maulid Nabi ke Puncak bebas dari Covid-19. "Tujuannya kan itu. Karena kita juga tetap melakukan pengawasan di wilayah lain. Tidak hanya di Puncak," ujar Agus.

    Kendati demikian, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor itu berharap masyarakat tidak berlibur ke luar kota dan tetap tinggal di rumah pada masa pandemi Covid-19 ini. Di Puncak saat ini, kata dia, telah terjadi peningkatan volume kendaraan. 

    "Kami imbau, masyarakat jika tidak terpaksa sekali, lebih baik menahan diri dan cukup di rumah saja," katanya.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Dedi Syarif mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mendapat bantuan 2.000 alat rapid test dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk digunakan selama libur panjang ini.

    "Hari ini ada 1.000 alat yang kita pakai. Alat ini disebar di Simpang Gadog, Megamendung dan objek wisata Telaga Warna," kata Dedi. 

    Awalnya Pemkab Bogor hanya menyiapkan seribu unit alat rapid test. Namun, pada Rabu malam, Pemprov Jabar mengirimkan bantuan 2.000 alat rapid test tambahan kepada Pemkab Bogor.

    "Baru datang alatnya dari Pemprov Jabar. Akan kita gunakan selama libur panjang ini sampai hari Minggu. Karena kita antisipasi arus balik di akhir pekan ini," kata Dedi Syarif.

    Baca juga: Rapid Test Massal di Jalur Puncak Bogor, 17 Wisatawan Diminta Putar Balik

    Selain rapid test, Dinkes Kabupaten Bogor juga menyiapkan sembilan petugas swab. Jika ada wisatawan dengan hasil rapid test reaktif Covid-19, dia akan langsung menjalani tes usap hidung dan tenggorokan dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. "Di Cisarua kan kami target sasarannya 400 alat itu di Telaga Warna. Kemudian di Megamendung 200 alat dan di Ciawi 200 alat. Mudah-mudahan tidak ada yang reaktif atau positif," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alur Vaksinasi Covid-19

    Kementerian Kesehatan menetapkan alur vaksinasi Covid-19. Mulai dari pengadaan dan produksi, hingga pelaporan dan integrasi.