DKI Jakarta Gondol Penghargaan STA 2021, DPRD: Jangan Cepat Puas

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) ini didukung oleh sektor transportasi umum terintegrasi di bawah Jak Lingko. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) ini didukung oleh sektor transportasi umum terintegrasi di bawah Jak Lingko. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komisi Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan anugerah Sustainable Transport Award alias penghargaan STA 2021, membawa angin segar di tengah pandemi Covid-19.

    DKI Jakarta berhasil memenangkan Sustainable Transport Award (STA) 2021 atas program integrasi antarmoda transportasi publik yang terus dikembangkan.

    Kota pemenang penghargaan STA ini diumumkan pada konferensi transport internasional, MOBILIZE 2020 yang diselenggarakan secara virtual pada 26, 28 dan 30 Oktober 2020.

    "Sekarang tidak ada yang bisa dibanggakan dari negara ini. Sekarang masyarakat pesimis melihat kondisi negara, tapi penghargaan ini jadi ada harapan walau tidak langsung terasa kepada kehidupan," kata Mujiyono saat dihubungi, Ahad, 1 November 2020.

    Politikus Demokrat itu meminta Pemerintah DKI tidak gampang berpuas diri usai menyabet penghargaan transportasi publik itu.

    Pemerintah harus terus melakukan koreksi untuk melakukan perbaikan sekecil apapun. "Karena pemimpin yang baik selalu terbuka terhadap koreksi apapun. Jadi jangan cepat puas.'

    Baca juga : Anies Baswedan Sebut Penghargaan STA 2021 Bukti Inovasi Massal DKI Diakui Dunia

    Mujiyono mengatakan penghargaan yang diterima Pemerintah DKI saat ini merupakan kerja panjang yang berkelanjutan. Bahkan kebijakan transportasi di Ibu Kota telah dikembangkan sejak era Gubernur DKI Sutiyoso yang menggagas Busway.

    "Secara keseluruhan kami apresiasi penghargaan itu. Pemerintah saat ini juga sangat baik menjaga ritme pembangunan transportasi berkelanjutan," ujarnya.

    Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan komitmennya untuk terus mengupayakan sistem transportasi berkelanjutan yang tujuan akhirnya adalah kenyamanan warga. Dalam setahun terakhir jajaran Pemprov DKI Jakarta, BUMD dan para pemangku kepentingan transportasi Jakarta dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu transportasi di Jakarta.

    Di antaranya, perluasan jalur dan penambahan fasilitas sepeda, revitalisasi halte dan trotoar, penataan fasilitas pejalan kaki di kampung-kampung dan integrasi berbagai moda transportasi publik.

    STA 2021 ini adalah kemenangan warga Jakarta dan tak lepas dari kolaborasi dengan warga, pegiat transportasi untuk desain wayfinding, inovasi bus listrik dan mikrotrans AC.

    Peningkatan pesat jumlah pengguna transportasi publik Jakarta bahkan sempat mencapai rekor baru 1 juta pelanggan harian TransJakarta pada Februari lalu sebelum pandemi Covid-19

    Dengan penghargaan ini Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memenangkan penghargaan STA mengalahkan kota-kota besar dunia, setelah pada tahun lalu menduduki peringkat kedua atau mendapat gelar 'Honorable Mention'.

    Jakarta terus berinovasi dan berhasil mengalahkan puluhan kota besar dunia lainnya, seperti Auckland, Bogota, Buenos Aires, Charlotte, Frankfurt, Moskow, San Francisco dan Sao Paulo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.