Bocah yang Tercebur di Mampang, Jenazahnya Ditemukan di Penjaringan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaTim SAR gabungan Jakarta Selatan telah menemukan jenazah bocah lima tahun, Rizky Febriansyah yang tercebur di saluran air kawasan Pondok Karya, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

    Komandan Regu (Danru) Penyelamat Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Kecamatan Mampang Prapatan, Rachmat Hadi Prasetyo, menyatakan jasad korban ditemukan hari ini di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

    "Saya baru dapat informasi jasadnya sudah ditemukan di Penjaringan, Jakarta Utara," kata dia saat dihubungi, Selasa, 3 November 2020.

    Sebelumnya, korban tercebur ke dalam saluran air selebar satu meter di kawasan Pondok Karya, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Ahad sore, 1 November 2020 sekitar pukul 15.30 WIB.

    Dia diduga tercebur saat sedang bermain dan hanyut. Waktu itu, hujan tengah mengguyur lokasi kejadian.

    Dari foto yang diperlihatkan Rachmat, tubuh korban tampak bengkak dan berlumuran lumpur. Foto itu diambil pukul 13.43 WIB. "Cuma sudah beberapa hari, 2-3 hari memang jadi agak membesar, melembung dia," ujar dia.

    Rachmat belum memperoleh informasi detail lokasi penemuan korban. Menurut dia, petugas langsung membawa jenazah ke Kepolisian Sektor Kali Adem.

    Ibu dan nenek korban pun telah tiba di Polsek Kali Adem dan membenarkan jasad itu adalah Rizky. "Langsung dibawa ke Pondok Karya hari ini," ucapnya.

    Tim SAR gabungan berupaya mencari korban sejak hari kejadian. Tim yang terdiri dari unsur Damkar Jakarta Selatan, polisi, Babinsa, Satpol PP dan Tagana telah menyusuri Kali Pondok Karya sampai kali di Jalan Poncol ke jembatan di Jalan Widya Chandra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.