Survei UNICEF Sebut Penerapan Protokol 3M Warga Jakarta Masih di Bawah Semarang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya menggunakan kostum membawa poster sosialisasi untuk menggunakan masker dan rajin mencuci tangan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2020. Kegiatan tersebut untuk mengajak warga agar disiplin mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya menggunakan kostum membawa poster sosialisasi untuk menggunakan masker dan rajin mencuci tangan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2020. Kegiatan tersebut untuk mengajak warga agar disiplin mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei UNICEF dan Nielsen pada Agustus 2020 menunjukkan persentase warga Jakarta yang menerapkan protokol kesehatan 3M sekaligus baru 37 persen. Angka itu berada di posisi kedua, di bawah Kota Semarang.

    Di Semarang, tercatat 39,1 persen warganya menjalankan 3M (mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak) sekaligus untuk mencegah penularan Covid-19. 

    Namun secara umum, konsultan UNICEF Risang Rimbatmaja mengatakan baru sekitar 31 persen responden yang menerapkan 3M sekaligus. 

    "Sekitar sepertiga dari total 2.000 responden yang telah melakukan cuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak secara sekaligus," kata Risang dalam acara diskusi keterlibatan masyarakat dalam merespons pandemi Covid-19 di Jakarta, Rabu 4 November 2020.

    Persentase warga yang menjalankan 3M sekaligus di Semarang tercatat 39,1 persen, paling tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang disurvei. Jakarta di posisi kedua dengan 37 persen diikuti Surabaya (32 persen), Makassar (19,6 persen), serta Kota Bandung dan Medan dengan masing-masing 16,6 persen.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.