Massa GPI Beli dan Bakar Produk Prancis, Polisi: Jangan Ganggu Harkamtibmas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus melakukan konferensi pers di kantornya pada Jumat, 9 Oktober 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus melakukan konferensi pers di kantornya pada Jumat, 9 Oktober 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah orang dari Gerakan Pemuda Islam (GPI) melakukan aksi membeli dan membakar produk Prancis di minimarket yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus meminta para pemuda itu untuk tak membuat kegaduhan.

    "Kami imbau jangan mengganggu harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat)," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 5 November 2020.

    Meskipun begitu, Yusri mengatakan aksi membeli dan membakar produk Prancis itu bukan lah sweeping. Sebab, massa sudah membeli produk itu terlebih dahulu di minimarket.

    Meskipun begitu, melihat adanya fenomena ini membuat polisi akan meningkatkan pengamanan di pusat perbelanjaan.
    "Di mal-mal misalnya ada pengamanan objek vital nanti. Akan kami siapkan lapis pengamanan di sana," kata Yusri.

    Aksi membakar produk Prancis dari organisasi GPI terjadi pada Selasa kemarin. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Menteng Komisaris Polisi Gozali Luhulima mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.35 WIB oleh kelompok massa yang dipimpin seseorang bernama Diko Nugraha.

    "Dia datang ke minimarket di Jalan Johar Menteng untuk membeli produk Prancis lalu dibakar," kata Gozali.

    Meskipun begitu, polisi tak bisa berbuat banyak sebab tindakan massa GPI itu tidak masuk dalam ranah pidana.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.