Wakil Ketua DPRD DKI Yakin APBD Perubahan 2020 Bisa Disahkan Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyerahkan RAPBD 2020 secara simbolis kepada pimpinan DPRD saat rapat paripurna di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, pada Selasa, 3 November 2020. Tempo/Adam Prireza

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyerahkan RAPBD 2020 secara simbolis kepada pimpinan DPRD saat rapat paripurna di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, pada Selasa, 3 November 2020. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengakui adanya keterlambatan pembahasan anggaran perubahan APBD 2020. Keterlambatan terjadi karena banyaknya penyesuaian postur anggaran karena Covid-19.

    "Pembahasan APBD Perubahan 2020 ini berkaitan dengan situasi pandemi. Saya kira agak memaklumi sehingga mundur sedikit," kata Taufik usai rapat paripurna pandangan fraksi terhadap APBD Perubahan 2020 di DPRD DKI, Kamis, 5 November 2020.

    Menurut Taufik, seluruh partai telah menyampaikan pandangannya terhadap anggaran perubahan 2020. Adapun anggaran perubahan DKI diproyeksi sebesar Rp 63,23 triliun. Untuk diketahui, APBD 2020 sebelum penyesuaian karena Covid-19 mencapai Rp 87 triliun.

    "Banyak catatan-catatan yang harus menjadi perhatian. Karena itu catatannya diharapkan menjadi perhatian Pemda DKI ke depan, karena perubahan APBD 2020 bagian dari landasan untuk 2021."

    Taufik tak menyinggung apa saja catatan yang diberikan DPRD atas APBD Perubahan 2020.

    Meski terjadi keterlambatan pembahasan anggaran perubahan tahun ini, Taufik optimistis pengesahan bakal berjalan sesuai rencana pada 13 November 2020. Setelah itu, Pemerintah DKI bersama legislatif bakal secara maraton membahas anggaran tahun depan dan menyelesaikannya pada 13 Desember 2020.

    "Saya meyakini bahwa nantinya pada waktunya kita bisa selesaikan dengan baik," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.