Orasi Asfinawati: Demonstran Penolak Omnibus Law Adalah Pahlawan

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Mahasiswa membawa spanduk saat mengikuti aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di sekitar Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 10 November 2020. Dalam aksi itu, para mahasiswa juga menyinggung soal Hari Pahlawan lantaran digelar tepat pada Hari Pahlawan 10 November. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia disingkat YLBHI Asfinawati mengatakan pahlawan bukan hanya orang-orang yang berseragam. Menurut dia, orang-orang yang ikut bergerak melawan Omnibus Law - Undang-Undang Cipta Kerja juga adalah pahlawan.

"Bagi saya, kawan-kawan adalah pahlawan yang sesungguhnya. Pahlawan adalah orang yang berani, bukan hanya berani bergerak tapi berani melawan narasi, narasi yang mengatakan kita aneh, narasi yang mengatakan adalah tidak mungkin melakukan sesuatu," kata Asfinawati dalam orasi politiknya di atas mobil komando, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 10 November 2020.

Baca juga : Demo Omnibus Law, Massa Bentangkan Spanduk Mosi Tak Percaya di Patung Kuda

Asfinawati mengatakan, pahlawan adalah mereka yang berani memperjuangkan sesuatu walau dianggap aneh. Pada zaman penjajahan, kata dia, orang akan dianggap aneh jika memimpikan merdeka dari Belanda. Begitu pun di masa lampau, orang dianggap aneh ketika memimpikan kerja hanya 8 jam.

"Dan sebagian orang mengatakan adalah aneh bahwa kawan-kawan semua memimpin Omnibus Law tidak ada lagi di Indonesia, tapi kita semua tahu, Omnibus Law hanyalah bentuk kecil dari kekuasaan jahat yang kita namakan oligarki," kata Asfinawati.

Asfinawati bergabung dengan massa demonstran dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) untuk kembali berunjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta di Jalan Medan Merdeka Barat pada hari ini. Unjuk rasa juga dilakukan oleh elemen lain seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI. Unjuk rasa kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Pada Senin, 2 November lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah resmi meneken Undang-undang Cipta Kerja. Aturan tersebut diberikan nomor 11 Tahun 2020. Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui undang-undang ini pada 5 Oktober 2020.






Partai Buruh Gelar Aksi Besar-besaran di Depan Gedung DPR Pekan Depan, Ini Tuntutannya

2 hari lalu

Partai Buruh Gelar Aksi Besar-besaran di Depan Gedung DPR Pekan Depan, Ini Tuntutannya

Partai buruh berencana menggelar demonstrasi di depan gedung DPR RI, Senayan pada Senin 6 Februari 2022.


Tolak Perpu Cipta Kerja, Partai Buruh Akan Turunkan Ribuan Massa Senin Pekan Depan

2 hari lalu

Tolak Perpu Cipta Kerja, Partai Buruh Akan Turunkan Ribuan Massa Senin Pekan Depan

Partai buruh menyatakan akan menggelar aksi besar-besaran untuk menolak Perpu Cipta Kerja.


Aparat di Haiti Ajak Warga Unjuk Rasa Buntut Memburuknya Geng Kriminal

8 hari lalu

Aparat di Haiti Ajak Warga Unjuk Rasa Buntut Memburuknya Geng Kriminal

Ada 78 aparat terbunuh sejak Henry berkuasa di Haiti pada Juli 2021 atau rata-rata lima orang yang tewas setiap bulannya.


Deretan Reaksi terhadap Aksi Pembakaran Alquran di Swedia

12 hari lalu

Deretan Reaksi terhadap Aksi Pembakaran Alquran di Swedia

Aksi demonstran yang melakukan pembakaran Alquran di Swedia memicu reaksi dari berbagai negara


Unjuk Rasa di Peru, Gedung-gedung Dibakar

14 hari lalu

Unjuk Rasa di Peru, Gedung-gedung Dibakar

Pengunjuk rasa mengecam pemerintah dan polisi atas bentrokan mematikan di kota selatan Ayacucho serta Juliaca


Ribuan Demonstran Peru Kembali ke Ibu Kota, Berujung Bentrokan

15 hari lalu

Ribuan Demonstran Peru Kembali ke Ibu Kota, Berujung Bentrokan

Korban tewas dalam bentrokan unjuk rasa di Peru mencapai 45 orang, menurut ombudsman pemerintah.


The Hasty Health Omnibus Law

16 hari lalu

The Hasty Health Omnibus Law

Indonesia will shortly have a third omnibus law, the health law. A number of professional health care organizations expressed opposition.


Menggodok Omnibus Law Sistem Kesehatan Nasional

20 hari lalu

Menggodok Omnibus Law Sistem Kesehatan Nasional

DPR dan pemerintah sedang menggodok RUU Sistem Kesehatan Nasional. Omnibus law kesehatan itu akan menghapus belasan UU tentang kesehatan.


Peru Akan Investigasi Tewasnya 30 Demonstran dalam Kerusuhan

21 hari lalu

Peru Akan Investigasi Tewasnya 30 Demonstran dalam Kerusuhan

Peru akan melakukan investigasi setelah kudeta terhadap Presiden Peru Pedro Castillo pada akhir bulan lalu telah memicu kerusuhan


Lula da Silva Curiga Ada Aparat yang Biarkan Vandalisme

22 hari lalu

Lula da Silva Curiga Ada Aparat yang Biarkan Vandalisme

Presiden Lula da Silva akan melakukan pengusutan pada aparat yang melakukan pembiaran pada demonstran yang merusak properti negara.